Ungkapan Sehari-hari Khas Masyarakat Jogja, Wisatawan Wajib Tahu
Jogja menyimpan kehangatan dalam setiap tutur kata, lewat ungkapan sopan santun yang membuat interaksi terasa lebih akrab dan penuh makna.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Jogja dikenal tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga memiliki nilai luhur berupa budaya sopan santun yang tercermin dalam ungkapan sehari-hari masyarakat Jogja.
- Ungkapan khas seperti nuwun sewu, monggo, dan matur nuwun digunakan untuk menunjukkan sikap hormat, ramah, dan menjaga keharmonisan dalam berinteraksi.
- Memahami ungkapan kesantunan khas Jogja membantu wisatawan berkomunikasi lebih hangat serta lebih mudah menyatu dengan suasana lokal.
TRIBUNJOGJA.COM - Jogja atau Yogyakarta bukan hanya soal tempat wisata.
Tetapi juga Jogja banyak mengandung nilai luhur kehidupan.
Salah satu contoh adalah keramah tamahan masyarakat Jogja sehari hari.
Sehari hari masyarakat Jogja terbiasa menggunakan kata sapaan halus yang mencerminkan sopan santun dan hidup yang rukun.
Saat berkunjung ke Jogja, memahami kalimat sapaan yang sering digunakan masyarakat setempat dapat membuat interaksi terasa lebih hangat.
Wisatawan yang mengenal ungkapan ini akan lebih mudah menyatu dengan suasana lokal.
Berikut Tribun Jogja hadirkan beberapa kata sapaan khas Jogja yang sering terdengar di percakapan sehari hari.
1. "Derek Langkung Pak/Bu"
Yang memiliki arti permisi.
Dapat digunakan saat melewati orang yang sedang duduk atau diam dengan sedikit membungkukkan badan.
2. "Monggo"
Yang memiliki arti silahkan.
Dapat digunakan saat mempersilahkan orang lain untuk duduk, masuk atau mengambil sesuatu.
3. "Nuwun Sewu"
Artinya permisi atau maaf.
Dapat digunakan dalam banyak situasi.
Sebagai contoh saat hendak bertanya alamat nuwun sewu ini dapat digunakan sebagai kalimat pembuka.
4. "Matur Nuwun"
Artinya terima kasih.
Dapat digunakan setelah kita mendapat bantuan dari orang lain.
5. "Nggih"
Yang memiliki arti iya.
Dapat digunakan saat menjawab pertanyaan seseorang .
6. "Kulo Nuwun"
Yang artinya permisi.
Dapat digunakan saat hendak bertamu ke rumah orang lain atau memasuki satu tempat.
7. "Mboten nopo nopo"
Artinya tidak apa apa.
Bisa digunakan saat merespon ucapan dari lawan bicara.
Baca juga: Bingung dan Malu untuk Menyapa? Berikut 25 Contoh Kalimat Sapaan Formal dan Nonformal
8. "Niki pinten Pak/Bu?"
Yang memiliki arti ini berapa bu?
Kaliamat ini umum digunakan sat hendak menanyakan harga suatu barang.
9. "Sampun"
Artinya sudah atau selesai.
Dapat digunakan saat menyatakan sudah melakukan sesuatu.
10. "Saged"
Yang memiliki arti bisa.
Dapat digunakan saat hendak menyatakan mampu melakukan sesuatu.
11. "Mugi-mugi"
Yang memiliki arti semoga.
Dapat digunakan saat hendak bedoa atau menyatakan suatu harapan.
12. "Leres"
Artiya benar.
Dapat digunakan saat menjawab pertanyaan atau membenarkan suatu ungkapan.
13. "Sampun cekap"
Artinya sudah cukup.
Dapat digunakan saat hendak menyatakan bahwa sesuatu sudah cukup aau tidak perlu ditambah lagi.
14. "Sugeng enjing Pak/Bu"
Artinya selamat pagi Pak/Bu
Dapat digunakan saat menyapa orang lain.
Atau saat membuka percakapan di pagi hari.
15. "Sami-sami"
Artinya sama sama.
Dapat digunakan saat membalas ucapan terima kasih.
(MG/Fatimah Zahra)
| 25 Jawaban Bijak, Sopan dan Cerdas Saat Ditanya Kapan Nikah |
|
|---|
| 20 Balasan Saat Seseorang Bilang 'Kamu Beruntung Banget!' |
|
|---|
| 25 Contoh Kalimat Sopan Menolak Ajakan Jajan Teman Agar Tidak Dikira Sombong |
|
|---|
| 25 Kalimat Balasan ketika Dipuji Cantik agar Tidak Terlihat Sombong |
|
|---|
| Malam Puncak Jogja Menyapa Berlangsung Meriah, Wagub DIY Ajak Generasi Muda Jadi Duta Keistimewaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/orang-jawa.jpg)