Transformasi Peran dan Rotasi Pemain: Rahasia Keberhasilan PSIM di Putaran Kedua

Performa PSIM Yogyakarta dinilai mengalami perkembangan signifikan dibandingkan putaran pertama di BRI Super League 2025/2026

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Pemain PSIM Yogyakarta saat melakukan selebrasi usai membobol gawang PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Pelatih Jean-Paul van Gastel menilai performa PSIM Yogyakarta di putaran kedua BRI Super League 2025/2026 jauh lebih baik dan fleksibel dibandingkan putaran pertama.
  • Meski anggaran terbatas, PSIM sukses melakukan rotasi pemain (seperti Nermin Haljeta) dan transformasi posisi (Yusaku Yamadera) yang membuat strategi sulit ditebak lawan.
  • Laskar Mataram kini kokoh di peringkat delapan klasemen dengan 37 poin dan berhasil menjaga rekor tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Performa PSIM Yogyakarta dinilai mengalami perkembangan signifikan dibandingkan putaran pertama di BRI Super League 2025/2026.

Tim berjuluk Laskar Mataram kini tampil lebih fleksibel dalam memainkan pemain di setiap pertandingan.

Pada paruh pertama musim, komposisi sebelas pemain inti PSIM cenderung tidak banyak berubah. Pergantian pemain yang dilakukan pun hampir selalu melibatkan nama-nama yang sama.

Namun memasuki putaran kedua, terjadi sejumlah perubahan dalam skuad yang ditangani pelatih Jean-Paul van Gastel tersebut.

Beberapa pemain mulai rutin mendapatkan kesempatan bermain, seperti Riyatno Abiyoso, Rio Hardiawan, Savio Sheva, M. Iqbal, Andi Irfan, Andy Setyo hingga pemain anyar Jop van der Avert.

Selain itu, penyerang andalan Nermin Haljeta yang sebelumnya hampir tak tergantikan di lini depan kini mulai mendapatkan rotasi.

Dalam dua pertandingan terakhir, posisi eks PSM Makassar itu sempat digantikan oleh Deri Corfe yang masuk dari bangku cadangan.

Perubahan juga terjadi pada peran Yusaku Yamadera. Sepanjang paruh pertama musim, pemain asal Jepang tersebut lebih sering bermain sebagai bek tengah. Namun kini ia bertransformasi menempati posisi bek kiri.

Sejumlah perubahan tersebut menghadirkan variasi baru dalam taktik dan strategi PSIM, sehingga membuat lawan cukup kesulitan mengantisipasi permainan tim promosi tersebut.

Baca juga: Strategi Jitu PSIM Yogyakarta Curi Poin dari Semen Padang

Van Gastel menilai timnya tetap memegang prinsip permainan yang sama seperti di putaran pertama, namun dengan perkembangan yang lebih baik.

“Lawan akan menghadapi prinsip yang sama seperti di putaran pertama. Hanya saja kami sudah berkembang lebih jauh musim ini. Saya pikir kami adalah tim yang lebih baik sekarang,” ujar Van Gastel, Jumat (6/3/2026).

Ia juga menanggapi perubahan yang terjadi di klub-klub lain setelah bursa transfer. Menurutnya, kedatangan pemain baru di sejumlah tim membawa energi dan perspektif baru dalam permainan.

“Mengenai pemain baru, di jendela transfer banyak tim mendatangkan beberapa pemain baru. Itu artinya ada energi baru dan perspektif baru tentang permainan,” jelasnya.

Meski demikian, Van Gastel mengakui PSIM tidak melakukan banyak perubahan pada skuad karena keterbatasan anggaran untuk merekrut pemain anyar.

“Tim saya pada dasarnya sama karena kami tidak punya anggaran untuk mendatangkan pemain baru. Tapi bagi saya itu bukan alasan. Manajemen sudah memberitahu saya sebelumnya dan saya puas dengan tim yang saya miliki,” tegasnya.

Asal tahu saja, hingga pekan ke-24, Laskar Mataram kokoh berada di peringkat delapan dengan 37 poin. Mereka juga belum terkalahkan dalam lima laga terakhir. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved