Penjelasan Dirut PSIM Yogyakarta Soal Belanja Pemain di Bursa Transfer Paruh Musim

Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, akhirnya buka suara terkait isu Laskar Mataram tidak memiliki anggaran untuk mendatangkan pemain baru

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
BURSA TRANSFER: Dirut PSIM Yogyakarta, Liana Tasno membantah manajemen PSIM yang miliki anggaran untuk belanja pemain di bursa transfer Januari ini 
Ringkasan Berita:
  • Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, menegaskan anggaran transfer paruh musim Januari 2026 sudah tersedia, namun penggunaannya menjadi keputusan tim pelatih.
  • PSIM memilih memaksimalkan anggaran di putaran pertama karena sulit mendapatkan pemain berkualitas di paruh musim, termasuk perekrutan Donny Warmerdam.
  • Manajemen mendukung penuh tim pelatih, fokus bertahan di liga dan finis di 10 besar sebagai target utama musim debut mereka di kasta tertinggi.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, akhirnya buka suara terkait isu Laskar Mataram tidak memiliki anggaran untuk mendatangkan pemain baru pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung Januari 2026.

Liana menegaskan, anggapan PSIM tidak memiliki budget transfer adalah keliru. Menurutnya, anggaran sudah disiapkan sejak awal musim, namun penggunaannya sepenuhnya menjadi keputusan tim pelatih dan jajaran first team.

“Gini, kan budget itu sebenarnya sudah disiapkan dari awal. Dari sisi manajemen, kami membebaskan first team untuk memilih. Intinya budget-nya sudah ada sekian,” ujar Liana, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal tim pelatih menilai bursa transfer paruh musim akan sulit mendapatkan pemain berkualitas. Karena itu, PSIM memilih memaksimalkan anggaran belanja pemain sejak putaran pertama kompetisi.

“Mereka merasa kalau di putaran kedua itu agak susah nyari pemain yang berkualitas. Jadi waktu itu benar-benar all out di putaran pertama. Termasuk nambah Donny (Warmerdam),” jelasnya.

Liana menambahkan, manajemen sempat mempertanyakan keputusan tersebut. Namun, karena keyakinan tim pelatih cukup kuat, manajemen akhirnya mendukung penuh langkah tersebut.

“Waktu itu kami juga sempat tanya, Yakin nih? Tapi mereka bilang yakin karena putaran kedua sulit cari pemain. Saya di sini cuma memonitor dari sisi operasional dan budget,” katanya.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Diuntungkan Penalti di Dua Laga Terakhir, Ini Jawaban Van Gastel

Terkait apakah ada permintaan tambahan pemain dari pelatih di paruh musim, Liana menyebut bahwa anggaran sudah dimaksimalkan sehingga tim harus bertanggung jawab dengan komposisi pemain yang ada saat ini.

“Ya sudah dimaksimalkan. Jadi mereka harus bertanggung jawab dengan apa yang ada sekarang. Saya pribadi bersyukur dengan kondisi yang sekarang,” ucapnya.

Liana juga menegaskan bahwa target PSIM pada musim debut di kasta tertinggi tidak muluk-muluk. Menurutnya, bertahan di liga dan finis di 10 besar sudah menjadi pencapaian luar biasa.

“Target aku itu bertahan dulu. Kalau kita bisa di posisi 10 besar itu sudah Puji Tuhan. Ini sesuatu yang baru buat kita semua, manajemen juga baru. Kalau bisa ada di papan atas seperti sekarang, itu wow, luar biasa,” tutur Liana.

Ia kembali menekankan bahwa manajemen PSIM tetap memberikan dukungan penuh kepada tim pelatih dan pemain.

“Jadi bukannya nggak ada budget, itu salah. Keputusan kami kembalikan ke first team. Manajemen benar-benar support,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved