Mini Museum 50 Tahun PSS Sleman Jadi Wujud Impian Super Elja, Begini Kata Dirut PT PSS
Mini museum 50 tahun PSS Sleman ini diadakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman selama tujuh hari mulai 17-24 Mei 2026.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Direktur PT Putra Sleman Sembada (PSS), Yoni Arseto, menyebut kehadiran Mini Museum 50 Tahun PSS Sleman menjadi wujud impian besar masyarakat Sleman untuk memiliki ruang yang merekam perjalanan panjang klub kebanggaan mereka.
Menurut Yoni, museum tersebut dibuat agar masyarakat, khususnya para pendukung PSS Sleman, dapat menikmati sekaligus memahami sejarah perjalanan Super Elja dari masa ke masa.
Mini museum 50 tahun PSS Sleman ini diadakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman selama tujuh hari mulai 17-24 Mei 2026.
“Mini museum ini benar-benar wujud impian kita dan masyarakat Sleman. Dari perjalanan PSS sejak nol sampai sekarang, semuanya coba kami tampilkan sebagai bagian dari sejarah yang bisa dinikmati masyarakat,” ujar Yoni, Senin (18/5/2026).
Ia mengatakan, museum ini tidak hanya menghadirkan cerita sejarah klub, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi para suporter.
Pengunjung bisa melihat langsung fasilitas stadion hingga masuk ke area ruang ganti pemain yang selama ini jarang diakses publik.
“Suporter bisa datang sampai ke locker room, melihat bagaimana fasilitas stadion, sejarah klub, jersey, sampai merchandise PSS,” katanya.
Baca juga: Mini Museum 50 Tahun PSS Sleman Dibuka, Sajikan Jejak Sejarah hingga Pengalaman Ruang Ganti Pemain
Bisa Jadi Destinasi Wisata Olahraga
Yoni menambahkan, manajemen berharap mini museum ini nantinya dapat berkembang menjadi destinasi wisata olahraga di Sleman.
Bahkan, pihaknya telah memiliki rencana untuk membuat museum tersebut secara permanen apabila sudah tersedia lokasi khusus.
“Ke depan kalau sudah punya tempat tersendiri, kami ingin mini museum ini benar-benar jadi wisata sport di Sleman,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan museum sangat penting untuk menjaga kesinambungan sejarah klub agar tidak terputus oleh generasi.
Dengan adanya museum, perjalanan PSS dari era awal berdiri, masa turun kasta, hingga transformasi klub dari era pendanaan APBD menuju pengelolaan profesional berbentuk PT bisa terus dikenang.
“Sejarah itu akan dikenang selamanya. Jadi generasi sekarang maupun nanti bisa tahu bagaimana perjalanan PSS Sleman dari dulu sampai sekarang,” tutupnya. (*)
| Relosa Rivan Tambah Porsi Latihan demi Hadapi Super League Bersama PSS Sleman |
|
|---|
| Irvan Mofu Ingin Rasakan Atmosfer Derby DIY PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta di Super League |
|
|---|
| PSS Sleman Bakal Tancap Gas Siapkan Tim untuk Super League, Huistra Segera Kembali ke Indonesia |
|
|---|
| Liana Tasno Harap Derby DIY antara PSIM Yogyakarta vs PSS Sleman Berlangsung dengan Penonton |
|
|---|
| Manajer PSS Sleman Kim Jeffrey Kurniawan Jagokan Jerman Juara Piala Dunia 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261805-Pembukaan-mini-museum-PSS-Sleman.jpg)