PSIM Yogyakarta

Kasim Botan Jadi Pemain Keempat yang Angkat Koper dari PSIM Yogyakarta

Kasim Botan dipastikan hengkang dari PSIM Yogyakarta pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Dokumentasi untuk Tribun Jogja/Dok. PSIM Yogyakarta
HENGKANG - Kasim Botan saat diperkenalkan senagai bagian skuad PSIM Yogyakarta di BRI Super League 2025/2026. Kasim Botan dipastikan hengkang dari PSIM Yogyakarta di paruh musim ini. 
Ringkasan Berita:
  • Kasim Botan menjadi pemain keempat yang angkat koper dari mes pemain PSIM Yogyakarta di bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026.
  • Manajemen PSIM menyebut langkah ini diambil sebagai opsi terbaik agar sang pemain mendapatkan menit bermain yang lebih ideal.
  • PSIM mengapresiasi kontribusi yang pernah diberikan Kasim Botan selama berseragam Parang Biru dan mendoakan kesuksesan kariernya ke depan.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasim Botan menjadi pemain keempat yang angkat koper dari mes pemain PSIM Yogyakarta di bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026.

Sebelumnya, Rafael Rodrigues atau Rafinha, Diandra Diaz hingga Iksan Chan sudah lebih dulu hengkang dari skuad besutan Jean-Paul van Gastel itu.

Manajer PSIM Yogyakarta, Dyaradzi Aufa Taruna, mengonfirmasi informasi tersebut.

Langkah ini diambil sebagai opsi terbaik agar sang pemain mendapatkan menit bermain yang lebih ideal.

“Betul, kami sudah sepakat untuk transfer Kasim Botan ke Semen Padang di putaran kedua ini,” ujar pria yang akrab disapa Razzi itu, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: Kata Van Gastel soal Rumor PSIM Yogyakarta Selangkah Lagi Datangkan Bek Belanda Job van der Avert

Persaingan Ketat

Ketatnya persaingan di sektor sayap Laskar Mataram membuat kesempatan bermain Kasim di musim cukup terbatas di putaran pertama. 

Manajemen berharap dengan transfer ini eks pemain Persebaya Surabaya itu dapat menjaga potensi dan sentuhan terbaiknya di kasta teratas.

“Pertimbangan utamanya adalah kebutuhan jam terbang karena di posisinya saat ini, persaingan di PSIM memang sangat ketat,” lanjut Razzi.

“Kami ingin Kasim tetap kompetitif dan mendapatkan menit bermain yang cukup di level tertinggi bersama klub barunya,” ulasnya.

Transfer ini sekaligus menandai akhir kebersamaan Kasim dengan Laskar Mataram, bersamaan dengan habisnya masa kontrak sang pemain di Yogyakarta yang hanya satu musim.

“Karena kontrak Kasim di PSIM hanya satu musim, maka praktis kerja sama kami berakhir seiring dengan transfer ini,” tambahnya.

Manajemen tetap mengapresiasi kontribusi yang pernah diberikan Kasim selama berseragam Parang Biru dan mendoakan kesuksesan kariernya ke depan.

“Harapannya dia bisa memberikan kontribusi maksimal di Semen Padang dan terus menjaga performa terbaiknya di sisa musim ini,” pungkas Razzi. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved