3 Film Horor Ari Aster Ini Siap Temani Malam Hujan yang Mencekam
Jika kamu menyukai film dengan nuansa mencekam namun tetap terlihat artistik, maka karya-karya Ari Aster bisa menjadi pilihan yang tepat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- Ari Aster dikenal sebagai sutradara horor modern dengan gaya psychological horror yang artistik, simbolik, dan berfokus pada trauma serta dinamika keluarga.
- Karya-karyanya menggabungkan teror psikologis, humor gelap, dan visual yang indah namun mengganggu, sehingga meninggalkan kesan kuat bagi penonton.
- 3 film yang direkomendasikan untuk ditonton saat hujan adalah Hereditary (2018), Midsommar (2019), dan Beau Is Afraid (2023) karena menawarkan pengalaman horor yang intens dan berbeda.
TRIBUNJOGJA.COM - Ketika hujan turun dan suasana berubah menjadi dingin, banyak orang memilih untuk menghabiskan waktu di rumah dengan menonton film.
Jika kamu menyukai film dengan nuansa mencekam namun tetap terlihat artistik, maka karya-karya Ari Aster bisa menjadi pilihan yang tepat.
Sutradara asal Amerika ini dikenal sebagai salah satu pembuat film horor modern yang mampu meramu drama psikologis, teror yang perlahan menggerogoti, dan humor gelap dalam satu paket sinematik.
Karya-karyanya menghadirkan pengalaman menonton yang mengganggu sekaligus sulit untuk dilupakan.
Siapakah Ari Aster?
Ari Aster adalah sutradara sekaligus penulis naskah yang namanya melejit berkat pendekatannya terhadap genre horor yang berbeda dari kebanyakan film.
Sejak kecil, Ari Aster sudah tertarik pada film horor.
Ketertarikan itu berkembang menjadi obsesi kreatif ketika ia beranjak remaja.
Perjalanan pendidikannya semakin mengasah bakatnya.
Ia melanjutkan studi ke College of Santa Fe, memperoleh gelar di bidang film pada tahun 2008, dan menulis ulasan film untuk majalah seni lokal Weekly Alibi di waktu luang.
Pengalamannya menonton, menganalisis, dan mengkritik film inilah yang kelak membentuk gaya penyutradaraan khasnya yang terkenal intens, simbolik, dan emosional.
Baca juga: 5 Film Horor Internasional Terbaik, Dijamin Seminggu Susah Tidur!
Gaya Penyutradaraan Ari Aster
Film-film Ari Aster sering kali disebut sebagai psychological horror dengan sentuhan drama keluarga.
Alih-alih menghadirkan monster atau hantu, teror dalam karyanya justru lahir dari trauma masa kecil, hubungan keluarga yang rusak, kesedihan yang tidak tuntas, rasa kehilangan yang membusuk, serta ketakutan eksistensial.
Ari Aster juga kerap menggunakan humor gelap untuk membuat pengalaman menonton audiens terasa berbeda dan menghadapkan audiens pada absurditas hidup manusia.
Visualnya pun sangat artistik, terlihat dari set detail, simbolisme budaya, dan adegan yang indah namun berhasil membuat audiens merinding.
Tidak heran jika karya-karyanya sering dibicarakan dan mendapat berbagai pujian.
Berikut adalah 3 rekomendasi film Ari Aster yang layak ditonton saat hujan turun dan kamu ingin merasakan sensasi horor yang berbeda:
1. Hereditary (2018)
Film panjang pertama Ari Aster, Hereditary, menjadi gebrakan besar di dunia perfilman horor modern.
Dibintangi oleh Toni Collette, film ini berpusat pada seorang ibu yang dirundung duka setelah serangkaian tragedi menimpa keluarganya.
Namun, rasa berduka itu pelan-pelan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap dan supranatural.
Hereditary mendapat banyak pujian kritikus, termasuk dari The New York Times, berkat akting Toni Collette yang sangat emosional.
2. Midsommar (2019)
Jika biasanya film horor identik dengan kegelapan, Ari Aster membalikkan pakem tersebut lewat Midsommar.
Film ini berlatar di desa terpencil di Swedia yang sedang merayakan festival musim panas.
Semuanya terlihat cerah, penuh bunga, kostum putih, dan sinar matahari.
Namun di balik keindahan itu tersembunyi kengerian yang perlahan terungkap.
Film ini mengikuti sekelompok teman yang bepergian ke Hälsingland, dan tanpa mereka sadari, turut terseret dalam ritual-ritual aneh yang berakar pada mitologi Nordik dan tradisi kuno.
Untuk film ini, Ari Aster melakukan riset mendalam mengenai festival midsummer Skandinavia, kepercayaan Viking yang bersifat semi-mitologis, serta ritual Germanic kuno termasuk metode eksekusi yang mengerikan.
Baca juga: 7 Film Horor Biarawati Terseram
3. Beau Is Afraid (2023)
Film ketiga Aster, Beau Is Afraid, masih mengusung tema psikologis, namun dengan pendekatan yang lebih sureal dan eksperimental.
Dibintangi Joaquin Phoenix, film ini berkisah tentang seorang pria paruh baya yang dipenuhi kecemasan berlebihan dan berusaha pulang setelah ibunya meninggal.
Ari Aster menggambarkan film ini sebagai mimpi buruk yang Panjang seperti perjalanan Freudian, serta Jewish Lord of the Rings versinya sendiri.
Istilah Jewish Lord of the Rings menggambarkan Beau Is Afraid sebagai perjalanan panjang penuh rintangan layaknya Lord of the Rings, sedangkan perjalanan Freudian merujuk pada pengungkapan trauma masa kecil, konflik bawah sadar, dan relasi orang tua–anak yang membentuk psikologi tokoh.
Sebagian kritikus memuji ambisinya dan cara penyajian yang berlapis-lapis, sementara sebagian lain memberi respons yang berbeda karena kerumitannya.
Namun yang jelas, film ini menunjukkan keberanian Aster untuk keluar dari jalur horor konvensional dan menggali ketakutan paling personal yaitu rasa bersalah, ibu, dan identitas diri.
(MG Daffa Aisha Ramadhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Petir-Kilat-Halilintar-4.jpg)