Aku Bisa Sendiri’, Single Kedua Wonderdiv yang Angkat Kisah Bangkit dari Luka
Nama Wonderdiv mungkin masih terdengar segar, tetapi perjalanan singkat mereka sudah mencuri perhatian para pendengar musik alternatif.
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Musik independen dari Yogyakarta kembali memperkenalkan wajah baru.
Nama Wonderdiv mungkin masih terdengar segar, tetapi perjalanan singkat mereka sudah mencuri perhatian para pendengar musik alternatif.
Trio ini menghadirkan pendekatan yang jujur, penuh energi, dan terasa akrab bagi telinga yang tumbuh bersama musik alternatif tahun sembilan puluhan, namun tetap bersahabat bagi generasi baru.
Wonderdiv resmi terbentuk pada 18 Mei 2025 di Yogyakarta. Band ini digerakkan oleh tiga personel muda, yaitu Diva Artzey pada vokal, Rama Putra pada gitar, dan Dimas Budi Satya pada drum.
Mereka membawa semangat alternative rock era sembilan puluhan dengan sentuhan modern yang lebih ringan dan mudah diterima.
Belum genap lima bulan berdiri, Wonderdiv sudah berhasil merilis single kedua berjudul ‘Aku Bisa Sendiri’ yang kini tersedia dalam format audio dan video klip di berbagai platform digital.
Secara musikal, lagu ini dibangun dengan fondasi yang kuat pada karakter alternative rock sembilan puluhan.
Namun Wonderdiv tidak berhenti pada nostalgia semata. Mereka menyelipkan elemen beat disko, nuansa punk yang energik, serta sentuhan rock yang tetap hangat.
Perpaduan tersebut menghasilkan warna musik yang enerjik dan dinamis, tetapi tetap nyaman didengar oleh pendengar kasual.
Baca juga: 5 Contoh Puisi Alam dan Ketenangan : Hening Menjadi Bahasa Damai Semesta
Karakter vokal Diva Artzey tampil syahdu dengan tone yang cenderung pop. Warna tersebut menjadi penyeimbang bagi permainan gitar Rama Putra yang memadukan rasa akustik dan rock dengan sentuhan nostalgia.
Sementara itu, hentakan drum Dimas Budi Satya memberi tekstur yang kasar tetapi hidup, menciptakan dinamika yang kuat tanpa terasa berlebihan.
Dimas menjelaskan bahwa tema lagu ini masih menjadi lanjutan dari kisah yang telah mereka bangun dalam single pertama mereka berjudul ‘Bukan Jawaban Hati’,.
“Secara tematik, ‘Aku Bisa Sendiri’ masih melanjutkan benang merah kisah percintaan yang telah diperkenalkan di single pertama kami. Lagu ini menceritakan proses seseorang setelah berpisah dengan pasangannya, bagaimana dari luka tersebut ia justru menemukan pelajaran hidup, kemandirian, hingga kebahagiaan baru,” ujar Dimas.
Lagi ini ingin mengajak pendengar untuk tidak takut menghadapi proses penyembuhan, karena menurutnya setiap orang dapat menemukan kekuatan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Meski membawa genre yang kuat dengan identitas sembilan puluhan, Wonderdiv tidak ingin tenggelam hanya dalam romantisme masa lalu.
| Album Perdana SMARAI ‘Semai’ Hadirkan Lagu-lagu tentang Luka, Penerimaan, dan Optimisme |
|
|---|
| YUHU. Rilis ‘Bertemu Di Sini’, Lagu Tentang Rindu dan Harapan untuk Bertemu Kembali |
|
|---|
| Mitty Zasia Rilis “Jujur Saja Arahnya Mau Kemana”, Dibuat Mengalir Penuh Kebebasan |
|
|---|
| Ruzan & Vita Gelar “Pesta Rock n Roll Jakarta Tour”, Promosikan Album Baru Lewat Konser Intim |
|
|---|
| Dari Bantul, Bleeedrz Rilis Album Debut Penuh Eksperimen Noise Pop |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aku-Bisa-Sendiri-Single-Kedua-Wonderdiv-yang-Angkat-Kisah-Bangkit-dari-Luka.jpg)