Makna Tersembunyi Lagu “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” Bernadya
Namun tahukah anda, bahwa lirik lagu Bernadya ternyata menyimpan makna piskologis yang jarang orang tahu.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM – Bernadya merupakan seorang musisi muda yang meraih banyak prestasi pada tahun 2024.
Albumnya yang berjudul “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan,” meraih gelar Album Terbaik Terbaik dari AMI Awards.
Pada lingkup platform musik Spotify, lagunya yang berjudul “Satu Bulan” terpilih menjadi Top Song of The Year.
Lirik lagunya sangat relevan dengan kehidupan asmara muda-mudi sekarang.
Namun tahukah anda, bahwa lirik lagu Bernadya ternyata menyimpan makna piskologis yang jarang orang tahu.
Berikut makna tersembunyi dari lagu Bernadya yang berjudul “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan.”
“Ini yang takkan kautahu”
Sebuah kalimat penafian, bahwa tak ada yang bisa memahami kesedihannya.
“Betapa beratnya malamku tanpamu”
“Betapa ku berharap”
“Setiap malam jadi yang terakhir”
Kehilangan kekasihnya.
Serta harapan bahwa dirinya akan menjadi satu-satunya orang yang dicintai, oleh kekasihnya.
“S'moga ku hilang dalam tidurku”
Harapan bahwa pikirannya yang semrawut akan hilang dengan berusaha untuk tidur.
“Tak harapkan hari baru”
“Pagi jadi yang paling berat untukku”
Depresi pagi.
Kondisi di mana perasaan pertama yang dirasakan saat bangun tidur, ialah hampa dan sedih.
“Harus bangun dan t'rima”
“Kenyataan semua t'lah berbeda”
Keterpaksaan untuk menerima kenyataan bahwa hidupnya telah berubah.
Ia telah ditinggal pergi oleh kekasihnya.
“Sialnya, hidup harus tetap berjalan”
Bentuk resiliensi.
Menurut teori Connor & Davidson, resiliensi adalah upaya individu dalam beradaptasi dan mengatasi stress.
Dalam lagu ini, upaya yang dilakukan adalah dengan menyadari bahwa kehidupan harus terus berjalan.
“Mungkin sebentar lagi ku bisa kuterima”
“Waktuku, peranku dalam hidupmu selesai”
Keyakinan bahwa ia bisa mengikhlaskan kepergian kekasihnya.
“Nanti di lain hari”
“Nanti di lain bumi”
“Saat sudah rela hati ini”
Pengandaian sebuah kondisi ideal.
Ketika ia sudah berhasil merelakan kepergian kekasihnya.
“Kuceritakan jalan-jalan yang kutempuh sampai ku bisa relakanmu pergi”
Ia akan menceritakan usaha-usaha yang ia tempuh, untuk bisa merelakan kekasihnya.
“Masih jauh dari sembuh”
“Sudah gila meski tak separah itu”
Gambaran kondisinya saat ini, yang terus berusaha untuk bisa merelakan kepergian kekasihnya.
“Masih bangun dan t'rima kenyataan”
“Sudah bukan aku yang isi harimu”
“Sudah bukan aku alasan senyummu”
“Sudah hilang semua”
“Mimpi yang kita bangun dulu”
Upaya resiliensi.
Berusaha menerima keadaan bahwa ia sudah berpisah dengan kekasihnya.
“Nanti di lain hari”
“Nanti di lain bumi”
“Nanti di lain hari”
“Nanti di lain bumi”
Pengharapan sebuah situasi yang sempurna.
Yakni saat ia berhasil merelakan kepergian kekasihnya.
Data ini dilansir dari berbagai sumber di internet.
Lagu ini membuktikan bahwa musik dapat menjadi alat komunikasi yang efektif, untuk menyampaikan pesan ekspresif pada pendengarnya.
(MG Dzaffrin Al Ghifary)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lirik-Lagu-Lama-Lama-Bernadya-yang-Lagi-Viral-di-Spotify-Lama-lama-lelah-juga-aku.jpg)