IKAPMII DIY Gandeng Kampung Inggris Jogja Persiapkan Kader Hadapi Tantangan Global

Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia DIY menjalin kerja sama strategis dengan Kampung Inggris Jogja (KIJ).

Tayang:
Tribun Jogja/IST
MOU - Ketua Umum PW IKAPMII DIY Ahmad Anfasul Marom dan Direktur Kampung Inggris Jogja Nurul Huda menunjukkan naskah nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani di Ruang Teatrikal FEBI UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu (7/5/2025). Kerja sama strategis ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kompetensi bahasa asing bagi alumni dan kader PMII guna menghadapi tantangan dan dinamika persaingan global. 
Ringkasan Berita:
  • Pengurus Wilayah IKAPMII DIY resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kampung Inggris Jogja (KIJ).
  • Ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai upaya nyata meningkatkan kompetensi bahasa asing bagi para alumni dan kader di tengah dinamika persaingan global.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKAPMII) DIY resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kampung Inggris Jogja (KIJ).

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai upaya nyata meningkatkan kompetensi bahasa asing bagi para alumni dan kader di tengah dinamika persaingan global.

Acara yang berlangsung di Ruang Teatrikal FEBI UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu (7/5/2025) lalu, dihadiri oleh sekitar 200 peserta.

Giat kolaborasi tersebut dibuka langsung oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan DIY sekaligus anggota Majelis Kehormatan PW IKAPMII DIY, Dr. Hilmy Muhammad, M.A.

Ketua Panitia, Hanif Muslim, menyatakan bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan kader akan peningkatan kapasitas diri. 

"Kolobarasi ini merupakan aksi konkret IKAPMII DIY dalam mempersiapkan kompetensi kader-kader dan para alumninya di tengah tantangan global yang ada," ujar Hanif.

Hal tersebut diamini oleh Ketua PC PMII DIY, Muh Faisal. Menurutnya, model pembelajaran kreatif dan kolaboratif seperti ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh generasi Z di lingkungan PMII saat ini.

Bukan sekadar pelatihan 

Ketua Umum PW IKAPMII DIY, Dr. Ahmad Anfasul Marom, M.A., atau yang akrab disapa Aan Marom, menjelaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pelatihan bahasa, melainkan bagian dari gerakan inovasi sosial yang terstruktur.

Fokus utamanya adalah membekali kader dengan employability skills untuk mengakses peluang beasiswa, dunia bisnis, dan industri.

"Kami ingin kader dan alumni PMII tidak hanya dikenal sebagai aktivis jalanan, tapi intelektual yang mumpuni memiliki kompetensi dan skill yang relevan dengan kebutuhan zaman," kata Aan Marom.

Ia menekankan bahwa di era sekarang, penguasaan teknologi dan bahasa asing tidak lagi boleh dipandang sebagai beban, melainkan harus menjadi bagian dari gaya hidup. Terutama bagi talenta muda PMII yang ingin terjun ke dunia pendidikan, bisnis kreatif, hingga jaringan industri global.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi.

Ia memandang penguasaan bahasa Inggris sebagai prasyarat bagi kader untuk mengambil peran di struktur kekuasaan, baik nasional maupun internasional.

"Saya melihat kemampuan bahasa Inggris hari ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, termasuk PMII. Kader-kader PMII harus mampu hadir dan urun rembuk dalam struktur kekuasaan di republik ini, baik di tingkat nasional maupun global. Semoga ke depan PMII lebih banyak lagi melahirkan doktor-doktor muda seperti Mas Aan ini dan berdiaspora dalam berbagai struktur kekuasaan sembari berpihak kepada kaum mustad’afin," tutur Prof. Rozaki.

Beasiswa bahasa jadi kunci 

Sementara itu, Dr. Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy, menyoroti aspek historis penguasaan bahasa di lingkungan kader Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, beasiswa bahasa ini adalah kunci untuk membuka pintu-pintu kesempatan yang di masa lalu sulit dijangkau.

"Melalui beasiswa kader ini, semoga menjadi wasilah/jalan bagi kader-kader PMII maupun NU dalam menyongsong Indonesia Emas. Jangan sampai target Indonesia Emas tercapai, tetapi orang-orang NU malah tergulung tidak ikut di dalamnya," tegas Gus Hilmy.

Pihak Kampung Inggris Jogja menyatakan komitmen penuh untuk mendukung visi ini. CEO Kampung Inggris Jogja, Abdul Hamid, S.Sos., menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Yogyakarta.

"Kampung Inggris Jogja menyambut baik untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya kader PMII di D.I. Yogyakarta," ungkap Abdul Hamid.

Sebagai langkah awal, tim mentor KIJ langsung melakukan asesmen kepada para peserta. Direktur KIJ, Nurul Huda, S.S., berharap kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan berlanjut pada program-program jangka panjang.

Salah satu rencana yang diwacanakan adalah pembentukan komunitas khusus bertajuk English for Activist sebagai wadah berkelanjutan bagi para kader untuk mengasah kemampuan komunikasinya.

Acara ini juga turut dihadiri oleh jajaran pengurus alumni dan kader PMII dari berbagai wilayah di Yogyakarta, menandai babak baru gerakan intelektual di lingkungan organisasi tersebut.

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved