Tambang Bawah Tanah Freeport Longsor, 7 Pekerja Terjebak, Begini Kondisinya

Insiden tanah longsor menerjang lokasi tambang PT Freeport di Tembangapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah,

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/AMIR SODIKIN
FREEPORT : Aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Pegunungan Sudirman, Mimika, Papua Tengah. Sepanjang 2024, PTFI sebagai anggota BUMN Holding Industri Tambang Indonesia (MIND ID) tercatat menyumbang pendapatan Rp 80 triliun ke negara. 

TRIBUNJOGJA.COM, MIMIKA - Insiden tanah longsor menerjang lokasi tambang PT Freeport di Tembangapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (8/9/2025). 

Insiden ini dipicu adanya  aliran material basah dalam jumlah yang besar di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave sehingga menutup salah satu akses di ruang bawah tanah.

Tujuh orang pekerja terjebak di dalam tambang.

Upaya penyelamatan pun masih terus dilakukan oleh tim penyelamat.

PT Freeport sendiri meyakini tujuh pekerja yang terjebak di dalam tambang dalam kondisi selamat.

Tambang Freeport adalah kompleks pertambangan yang dioperasikan oleh PT Freeport Indonesia, sebuah perusahaan tambang mineral yang menambang dan memproses bijih tembaga, emas, dan perak di dataran tinggi Mimika, Papua.

Perusahaan ini merupakan bagian dari MIND ID, sebuah holding BUMN pertambangan Indonesia, dengan kepemilikan saham mayoritas oleh pemerintah Indonesia dan sebagian saham oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan.

Tambang ini terkenal dengan salah satu deposit tembaga dan emas terbesar di dunia di kawasan Grasberg. 

Dikutip dari Kompas.com, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia Karti Krisnati dalam keterangan persnya membenarkan insiden longsor di lokasi tambang bawah tanah tersebut.

Menurutnya, tim gabungan dari PT Freeport Indonesia saat ini sedang berupaya melakukan evakuasi terhadap tujuh karyawan yang terperangkap tersebut.

Baca juga: Mensos Gus Ipul Ungkap Pembentukan Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat

"Benar telah terjadi aliran material basah dalam jumlah yang besar di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave," ungkapnya seperti yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/9/2025). 

Menurut Karti, material longsoran tersebut menurup akses salah satu ruangan.

Sementara tujuh pekerja yang berada di dalamnya terjebak.

Namun demikian, kondisi para pekerja itu menurut Karti dalam posisi aman.

 "Para pekerja yang terjebak telah diketahui aman dan mereka diyakini dalam keadaan baik," katanya.

Dia menambahkan bahwa kru sedang berupaya membersihkan akses untuk evakuasi yang aman dan cepat.

Bersamaan dengan itu, kegiatan penyediaan kebutuhan bagi para pekerja yang terdampak juga sedang dilakukan.

"Seluruh pekerja lainnya dipastikan aman. Operasi penambangan telah dihentikan sementara untuk memprioritaskan pembersihan jalur akses dan evakuasi yang aman bagi tujuh pekerja tersebut," ujarnya.

Terpisah, Kapolres Mimika, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Billyandha Hildiario Budiman juga membenarkan adanya insiden longsor di tambang bawah tanah milik Freeport tersebut.

Namun, Billyandha belum dapat memastikan secara detail mengenai kronologi terjadinya longsor tersebut, karena petugas di lapangan masih fokus mengevakuasi pekerja yang terjebak. 

"Sementara masih dilakukan proses evakuasi oleh tim Underground Mine Rescue (UGMR)," ujarnya.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved