Bukan Indonesia, Ternyata Ini Daftar 7 Negara dengan Curah Hujan Tertinggi

Bukan hanya Indonesia, ada negara lain yang lebih basah dengan curah hujan ekstrem hingga ribuan mm per tahun. Simak daftarnya!

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunlampung.co.id
Ilustrasi hujan yang ada di sebuah hutan 

TRIBUNJOGJA.COM- Hujan adalah salah satu fenomena alam yang sangat berperan bagi kehidupan manusia.

Di satu sisi, hujan membawa berkah karena menjaga kesuburan tanah, menyediakan sumber air, dan mendukung ekosistem.

Namun, curah hujan yang terlalu tinggi  terkadang juga bisa menimbulkan dampak negatif sseeprti banjir hingga tanah longsor.

Negara kita, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan curah hujan tinggi.

Tapi, tahukah Anda ternyata ada negara lain yang lebih basah dengan intensitas hujan hampir setiap hari. 

Tribunjogja.com telah merangkum informasinya dari berbagai sumber dan berikut daftar negara dengan curah hujan tertinggi di dunia.

Baca juga: 7 Fakta Unik tentang Hujan yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Negara dengan Curah Hujan Tertinggi di Dunia

1. Kolombia

Kolombia menempati urutan pertama dengan curah hujan rata-rata 3.240 mm per tahun.

Negara ini berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik sehingga uap air dalam jumlah besar mudah terbentuk menjadi hujan.

Beberapa wilayahnya bahkan diguyur hujan hampir setiap hari.

Maka tidak heran jika sebagian daerah di Kolombia mengalami banjir permanen.

2. Sao Tome dan Principe

Sao Tome dan Principe merupaka negara kepulauan kecil di Afrika Tengah ini berada di garis khatulistiwa.

Rata-rata curah hujan di Sao Tome dan Principe dapat mencapai 3.200 mm per tahun.

Menariknya, musim hujan di negara ini terbagi menjadi dua periode, yakni Oktober–November dan Maret–Mei.

Kombinasi lokasi geografis dan iklim tropis menjadikan Sao Tome dan Principe sebagai salah satu negara dengan intensitas hujan tertinggi di dunia.

3. Papua Nugini

Papua Nugini, tetangga Indonesia di Pasifik, memiliki curah hujan rata-rata 3.142 mm per tahun.

Musim hujan di Papua Nugini biasanya berlangsung dari Desember hingga Maret.

Wilayah barat dan utara negara ini merupakan daerah paling basah, bahkan sering mengalami banjir akibat hujan deras yang turun terus-menerus.

4. Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon menempati urutan keempat dengan curah hujan sekitar 3.028 mm per tahun.

Uniknya, negara ini juga sama seperti Sao Tome dan Principe yang mengalami dua periode musim hujan.

Yakni di bulan Februari hingga Mei dan bulan September hingga November. 

Selain intensitas hujan yang tinggi, Kepulauan Solomon juga kerap dilanda badai tropis yang melintas dari Samudra Pasifik.

5. Panama

Panama dikenal dengan musim hujannya yang panjang, yakni sekitar sembilan bulan, yakni dari April hingga Desember. 

Rata-rata curah hujan di negara ini mencapai 2.926 mm per tahun.

Letaknya yang berada di antara Samudra Pasifik dan Laut Karibia membuat Panama menerima suplai uap air yang melimpah.

Sehingga hujan turun hampir sepanjang tahun.

6. Kosta Rika

Kosta Rika juga dikenal dengan curah hujan tinggi, rata-rata sekitar 2.926 mm per tahun, hampir setara dengan Panama.

Musim hujannya biasanya dimulai pada bulan Mei dan berlangsung selama tujuh bulan.

Meski sering diguyur hujan deras, Kosta Rika justru memanfaatkan kondisi ini untuk pertanian dan pariwisata, karena hujan membuat hutan tropis dan alamnya tetap hijau sepanjang tahun

7. Malaysia

Malaysia berada di peringkat ketujuh dengan curah hujan rata-rata 2.875 mm per tahun.

Sebagai negara tropis di Asia Tenggara, Malaysia menerima hujan dalam jumlah besar setiap tahunnya.

Musim hujan biasanya berlangsung dari Desember hingga Maret.

Wilayah utara dan barat, terutama lereng Sarawak dan Sabah, menjadi daerah yang paling sering diguyur hujan, bahkan menyumbang lebih dari 70 persen dari total curah hujan negara ini.

Negara-negara di atas membuktikan bahwa intensitas hujan sangat dipengaruhi oleh lokasi geografis dan iklim.

Meski curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir dan longsor.

Di sisi lain hal ini juga membawa banyak manfaat, mulai dari menjaga kesuburan tanah hingga melestarikan keanekaragaman hayati.

Dengan pengelolaan yang tepat, hujan yang deras bisa tetap menjadi berkah bagi kehidupan.

(MG/Sabbih Fadhillah)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved