JOGJA HARI INI : Selamat Jalan Para Perempuan Hebat

Sebanyak 15 jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL telah teridentifikasi di sejumlah rumah sakit (RS) Bekasi dan Jakarta.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Dok KAI
Proses evakuasi penumpang KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, pascainsiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL relasi Bekasi Jakarta. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 15 jenazah korban tewas telah teridentifikasi dan seluruhnya adalah perempuan. Para korban mengalami cedera berat.
  • Basarnas memastikan operasi evakuasi korban telah berakhir pada Selasa pagi (28/4/2026). Petugas kini fokus memotong bangkai gerbong yang melintang di jalur
  • Total korban tercatat 15 meninggal dunia dan 88 luka-luka. KNKT telah memulai investigasi awal, sementara DPR mendesak pemerintah segera menuntaskan persoalan darurat perlintasan sebidang

 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Sebanyak 15 jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL telah teridentifikasi di sejumlah rumah sakit (RS) Bekasi dan Jakarta.

Seluruh korban tewas dalam insiden tersebut adalah perempuan.

Dalam kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur,  Senin (27/4/2026) malam, KRL Commuter Line diketahui ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Akibatnya, gerbong perempuan yang berada di bagian paling belakang mengalami kerusakan paling parah.

Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menjelaskan hasil pemeriksaan jenazah yang berada di RS Polri Kramat Jati, umumnya korban mengalami cedera berat yang menjadi penyebab utama kematian.

“Dalam pemeriksaan kami, tipikalnya adalah multiple trauma, jadi ada luka hampir di seluruh tubuh,” ujar Nyoman dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).

Pola luka tersebut lazim ditemukan pada kecelakaan dengan benturan keras, seperti tabrakan kereta, di mana korban mengalami cedera di lebih dari satu bagian vital tubuh secara bersamaan.

"Ada yang dominan di kepala, di dada, bahkan di anggota tubuh yang lain," kata Nyoman.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan bahwa seluruh korban tewas maupun luka-luka berhasil dievakuasi. 

Ia memastikan operasi evakuasi telah berakhir.

"Bahwa operasi SAR bisa kami laksanakan sesuai dengan yang kami harapkan pukul 08.00 WIB sudah selesai," kata Mohammad Syafii.

Ia menjelaskan, seluruh korban telah berhasil ditemukan. Namun, apabila dalam proses pembersihan bangkai kereta ditemukan potongan tubuh, pihaknya akan melakukan evakuasi sesuai prosedur.

"Saya sampaikan bahwa, saya pastikan sudah tidak ada korban yang kami temukan. Namun, dalam proses pembersihan bangkai kereta, andai saja diketemukan sekecil apapun body part dari tubuh, tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur," tuturnya.

Mohammad Syafii mengungkap, tim penyelamat harus mengevakuasi secara perlahan dan penuh kehati-hatian karena badan korban terhimpit logam gerbong KRL.

Teknik cutting (pemotongan) dan lifting (pengangkatan material) dilakukan supaya membebaskan badan korban dari himpitan logam.

"Kami tidak ingin ada pergerakan yang malah memperburuk kondisi mereka. Ekstrikasi dilakukan secara perlahan hingga badan korban terpisah dari material yang menghimpit," jelas Mohammad dikutip dari Antara.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026) membenarkan korban meninggal dunia akibat insiden tabrakan kereta KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di stasiun Bekasi Timur berjumlah 15 orang.

“Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 13.26 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka,” kata Anne, Selasa (28/4/2026).

Anne menegaskan, penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Hingga Selasa (28/4/2026) malam, petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih berupaya mengevakuasi bangkai gerbong KRL.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB, sejumlah petugas KAI masih terlihat memotong bangkai gerbong KRL yang melintang di jalur kereta.

Terlihat petugas menggunakan sejumlah alat untuk melepaskan beberapa bagian gerbong KRL tersebut, seperti alat las.

Petugas juga menggunakan lampu sorot untuk mendukung proses evakuasi bangkai kereta.

Sementara roda gerbong telah berhasil dilepas dan diangkut menggunakan kereta penolong.

Kondisi tersebut membuat perjalanan KRL masih belum bisa beroperasi normal.

KRL dari Jakarta menuju Stasiun Cikarang hanya sampai Stasiun Bekasi.

Sedangkan penumpang dari Cikarang menuju Stasiun Bekasi dapat menggunakan transportasi umum lainnya.

Baca juga: Beruntun! Setelah Tragedi Bekasi, KA Dhoho Tabrak Truk Mogok di Blitar

KNKT Lakukan Investigasi

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun langsung memulai investigasi.

Namun KNKT belum bisa berkata banyak, mereka masih tahap awal penyelidikan.

"Masih dalam proses awal investigasi," jelas Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anugoro, Selasa (28/4).

Anggo belum bisa membagikan informasi mengenai perkembangan penyelidikan, KNKT butuh waktu.

"Masih dalam proses awal investigasi. Belum ada perkembangan yang bisa kami share untuk saat ini," ujar Anggo.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mendukung penuh investigasi KNKT. Namun, proses evakuasi untuk keselamatan korban jadi yang paling utama.

"Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," ujar Dudy.

Ketika proses evakuasi selesai, maka penyelidikan penyebab kecelakaan dilakukan KNKT.

"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait agar proses evakuasi berjalan optimal," kata Dudy.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis dengan jaminan biaya perawatan.

Selain itu, Jasa Raharja memastikan proses pendataan berjalan secara akurat

“Kehadiran petugas di lapangan merupakan bagian dari komitmen negara untuk hadir dalam setiap musibah yang dialami masyarakat,” kata Awaluddin dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).

Dia menyampaikan bahwa Jasa Raharja memastikan seluruh hak korban terpenuhi sesuai peraturan yang berlaku.

“Jasa Raharja hadir untuk memastikan setiap korban kecelakaan mendapatkan perlindungan dasar secara cepat dan tepat,” kata dia.

“Kami telah menginstruksikan jajaran untuk segera melakukan pendataan dan menjamin korban yang dirawat di rumah sakit, serta memastikan seluruh korban memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Darurat perlintasan sebidang

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendesak pemerintah segera menuntaskan persoalan darurat pelintasan sebidang kereta api, menyusul kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

“Kita minta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan darurat pelintasan sebidang di Indonesia. Komisi V DPR sudah bertahun-tahun meminta kepada KAI untuk menyelesaikan jalur pelintasan sebidang, tapi hingga saat ini darurat pelintasan sebidang tersebut tidak tertangani dengan baik,” kata Lasarus, Selasa (28/4/2026).

Menurut Lasarus, persoalan pelintasan sebidang merupakan masalah lama yang hingga kini belum terselesaikan, padahal berulang kali diingatkan oleh DPR. Dia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang kerap memicu kecelakaan kereta api.

“Coba kita cek data sampai saat ini ada ribuan pelintasan sebidang di Indonesia yang tidak tertangani,” tegas Lasarus.

Lasarus mengingatkan, jika darurat pelintasan sebidang tidak segera diselesaikan, maka potensi kecelakaan serupa akan terus berulang. Sebab, jalur kereta api semestinya steril dari hambatan.

“Makanya di seluruh dunia ini jalur kereta api itu clear and clean, kecuali di Indonesia. Oleh sebab itu jika darurat pelintasan sebidang tidak tertangani dengan baik, maka ada ribuan kemungkinan kecelakaan akan kembali terjadi,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Lasarus juga menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan yang menewaskan sejumlah penumpang dan melukai puluhan lainnya.

Dia juga meminta petugas di lapangan memprioritaskan penanganan korban secara maksimal.

“Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan. Dan kepada petugas di lapangan untuk memastikan dan memprioritaskan penanganan korban agar mendapatkan penanganan dengan baik dan maksimal,” ucap Lasarus.

Berdasarkan data KAI yang dimiliki Lasarus, hingga 2024 terdapat 3.896 pelintasan sebidang di Indonesia, terdiri dari 2.803 pelintasan terdaftar dan 1.093 tidak terdaftar.

Dari jumlah tersebut, 1.832 pelintasan telah dijaga, sementara 971 lainnya belum dijaga.

Memasuki 2025, jumlah pelintasan sebidang tercatat sebanyak 3.703 titik, dengan 912 di antaranya masih belum dijaga. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved