Pemerintah Beri Diskon 30 Persen untuk Pembelian Tiket Kereta Api Selama Libur Lebaran
Pemerintah memberikan diskon sebesar 30 persen untuk pembelian tiket kereta api selama periode 14-29 Maret 2026 atau selama masa angkutan lebaran.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Pemerintah memberikan diskon tarif 30 persen untuk tiket kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026 periode 14–29 Maret, dengan total kapasitas sekitar 1,2 juta tempat duduk
- Stimulus transportasi senilai Rp911,16 miliar juga mencakup diskon moda lain untuk mudik dan balik Lebaran.
- KAI memastikan tiket diskon ini tersedia melalui kanal penjualan resmi dan menyiapkan tambahan kursi untuk mengelola arus penumpang.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah memberikan diskon sebesar 30 persen untuk pembelian tiket kereta api selama periode 14-29 Maret 2026 atau selama masa angkutan lebaran.
Selain itu, diskon juga diberikan untuk moda angkutan lainnya.
Stimulus yang digelontorkan oleh pemerintah untuk diskon transportasi lebaran sebesar Rp 911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
Adapun pada masa angkutan lebaran 2026 ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan 1,2 juta.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, bahwa KAI memastikan kebijakan diskon stimulus dari pemerintah dapat diakses masyarakat secara tertib melalui sistem penjualan resmi.
"Dalam mendukung kebijakan diskon stimulus 30 persen dari pemerintah, KAI menyiapkan lebih dari 1,2 juta tempat duduk selama Angkutan Lebaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui kanal resmi penjualan," ujar Anne, dikutip dari Siaran Pers KAI, Kamis (12/2/2026) dikutip dari Kompas.com.
Selain itu, KAI juga menyiapkan tambahan 660 ribu kursi kereta api selama periode Angkutan Lebaran guna memperluas pilihan perjalanan dan membantu pengelolaan arus mudik serta balik.
"Tiket kereta api tambahan mulai dapat dipesan melalui platform penjualan resmi seperti aplikasi Access by KAI, mulai 11 Februari 2026 pukul 00.01 WIB," tambah Anne.
Minat Masyarakat Tinggi
Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang cukup diminati oleh masyarakat untuk mudik lebaran.
Berdasarkan data dari PT KAI, hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 848.188 tiket kereta api reguler telah terjual untuk periode keberangkatan 11–27 Maret 2026.
Berdasarkan data sementara, volume pemesanan tertinggi tercatat pada 24 Maret 2026 sebanyak 69.724 tiket, disusul 23 Maret (68.904 tiket), 19 Maret (66.201 tiket), dan 18 Maret (64.127 tiket).
Di luar tanggal-tanggal tersebut, ketersediaan tiket masih cukup terbuka.
Relasi favorit sementara didominasi koridor utama Pulau Jawa, seperti Gambir–Yogyakarta, Gambir–Semarang Tawang, dan Pasarsenen–Lempuyangan.
Hal ini mencerminkan peran kereta api sebagai tulang punggung mobilitas antarkota selama musim mudik Lebaran.
"KAI mendukung kebijakan pemerintah dalam pengelolaan Angkutan Idul Fitri 2026. Kami mengajak masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini agar mudik berlangsung tertib, aman, dan nyaman," paparnya.
Sebelumnya, dalam jumpa pers Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah mengoptimalkan perjalanan masyarakat melalui kebijakan diskon tarif transportasi pada periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Idul Fitri 2026.
Transportasi publik diposisikan sebagai instrumen strategis untuk menjaga kelancaran pergerakan orang, mendukung aktivitas ekonomi, serta memperluas pemerataan manfaat pembangunan selama periode mudik dan balik Lebaran.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, mendorong sektor pariwisata, serta menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil pada awal tahun.
Berdasarkan evaluasi pemerintah, mobilitas masyarakat pada Lebaran 2025 mencapai 154,62 juta orang.
Sementara itu, pada periode libur Natal dan Tahun Baru tercatat 110,43 juta orang, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 5,11 persen.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan mobilitas nasional tetap terkelola selama arus mudik dan balik Lebaran.
Berikut cara pembelian tiket kereta api untuk mudik dan balik Lebaran melalui aplikasi Access by KAI :
1. Unduh dan buka aplikasi
Instal aplikasi Access by KAI dari Google Play Store atau Apple App Store.
2. Daftar atau masuk
Buat akun baru atau login dengan akun yang sudah terdaftar.
3. Pilih rute perjalanan
Masukkan stasiun asal, stasiun tujuan, tanggal keberangkatan, dan jumlah penumpang lalu tekan Cari Tiket.
4. Pilih kereta dan kursi
Lihat daftar kereta yang tersedia, pilih waktu dan kelas yang diinginkan, lalu pilih kursi.
5. Isi data penumpang
Lengkapi data diri sesuai KTP/SIM/paspor untuk setiap penumpang.
6. Pembayaran
Pilih metode pembayaran (mis. kartu debit/kredit atau metode lain yang tersedia), lalu selesaikan transaksi.
7. Tiket digital (e-ticket)
Setelah pembayaran berhasil, e-ticket akan muncul di aplikasi dan bisa ditunjukkan saat naik kereta.
Tips:
Tiket Lebaran biasanya dibuka H-45 sebelum keberangkatan, jadi pesan jauh hari untuk menghindari kehabisan.
Selalu beli tiket hanya melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI atau situs booking.kai.id untuk menghindari penipuan.
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com.
| KAI Daop 6 Yogyakarta Catat 133 Barang Penumpang Tertinggal Selama Masa Angkutan Lebaran 2026 |
|
|---|
| 133 Barang Penumpang Tertinggal di KAI Daop 6 Selama Lebaran 2026, Taksiran Capai Rp 129 Juta |
|
|---|
| Penumpang di Bandara Adisutjipto Yogyakarta Melonjak 484 Persen Selama Masa Angkutan Lebaran 2026 |
|
|---|
| H+6 Lebaran 2026, Volume Naik dan Turun di KAI Daop 6 Yogyakarta Capai 65.254 Penumpang |
|
|---|
| Jumlah Penumpang di Terminal Bus Wates Kulon Progo Turun di Lebaran 2026, Ini Pemicunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rampcheck-atau-pemeriksaan-Kereta-Api.jpg)