Lirik Lagu dan Terjemahan

Lirik Lagu dan Terjemahan Bahasa Indonesia Lagu Before Niki

Lirik Lagu dan Terjemahan Bahasa Indonesia Lagu Before Niki, You hid me in your dorm room

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Yudha Kristiawan
Tribunjogja/ilustrasi
Ilustrasi Lirik Lagu Niki. Lirik Lagu dan Terjemahan Bahasa Indonesia Lagu Before Niki 
- Transpose +
  • Lirik Lagu dan Terjemahan Bahasa Indonesia Lagu Before Niki

 
You hid me in your dorm room
Kamu menyembunyikanku di kamar asramamu

It was Halloweekend, I just flew across the globe
Itu akhir pekan Halloween, aku baru saja terbang melintasi dunia

Twenty-two hours just to see you
Dua puluh dua jam hanya untuk menemuimu

Just to barely fit on your twin-sized bed
Hanya untuk pas-pasan di ranjang kecilmu

And talk about your cool new friend
Dan membicarakan teman barumu yang keren

Who I never met, who you dated as soon as I left
Yang tak pernah kutemui, yang langsung kamu kencani begitu aku pergi

 

Baca juga: Lirik Lagu dan Terjemahan Bahasa Indonesia Lagu High School In Jakarta Niki


Carolina autumn
Musim gugur di Carolina

It had been a year since I saw you
Sudah setahun sejak terakhir aku melihatmu

Since we ended it
Sejak kita mengakhirinya

Had a year to grow into the girl you always wanted
Setahun untuk tumbuh menjadi gadis yang selalu kamu inginkan

Now we're holding hands as not quite friends
Sekarang kita bergandengan tangan, bukan sepenuhnya teman

But not quite lovers
Tapi juga bukan kekasih

Well, we'll just pretend
Yah, kita pura-pura saja

You say, "It's complicated to make amends"
Kamu bilang, “Sulit untuk berdamai kembali”

Well, is that the way that we're headed then?
Jadi, ke sanakah arah hubungan kita?

 
And you couldn't answer me
Dan kamu tak bisa menjawabku

Though you could pull me in while I brushed my teeth
Padahal kamu bisa menarikku mendekat saat aku menyikat gigi

And let your hands both freely speak
Dan membiarkan tanganmu berbicara dengan bebas

Like I wasn't ever gonna leave, leave
Seolah aku takkan pernah pergi

 
You were all I'd ever known
Kamulah satu-satunya yang pernah kukenal

And now I'm supposed to love you from a distance
Dan sekarang aku harus mencintaimu dari kejauhan

Like it's nothing, like it's instant
Seolah itu mudah, seolah seketika

And you say, "Let's just see where this goes"
Dan kamu berkata, “Kita lihat saja ke mana ini berjalan”

And I don't know how or why you seem just fine
Dan aku tak tahu bagaimana atau mengapa kamu terlihat baik-baik saja

'Cause I'm having to grasp that you're somehow not mine anymore
Karena aku harus menerima bahwa entah bagaimana kamu bukan milikku lagi

It's so cruel how things are only almost like they were before
Begitu kejam rasanya—semuanya hanya hampir seperti dulu

 
Like they were before
Seperti dulu

Like they were before
Seperti dulu

Like they were before
Seperti dulu

 
We walk downtown and it's charming
Kami berjalan di pusat kota, dan rasanya manis

You're alarmingly disarming
Pesonamu berbahaya—melucutkanku sepenuhnya

Yeah, we've got forty-eight hours left
Ya, kita hanya punya empat puluh delapan jam tersisa

Before I fly back to my death
Sebelum aku terbang kembali ke “kematianku”

While you stay just fine and feel alive
Sementara kamu tetap baik-baik saja dan merasa hidup

South of the Mason-Dixon line
Di selatan garis Mason–Dixon

Where everyone closes shop at nine
Tempat semua toko tutup jam sembilan

Where you could somehow finally find
Tempat kamu entah bagaimana akhirnya menemukan

 
What you were desperately looking for
Apa yang selama ini kamu cari dengan putus asa

Funny how you thought that was gonna be New York
Lucu, kamu kira itu akan ada di New York

With our chalkboard walls and slanted floors
Dengan dinding papan tulis dan lantai miring kita

Oh, we could've had that and so much more
Oh, kita bisa memiliki itu—dan jauh lebih banyak lagi

Ask your new lover what it's like to be given
Tanyakan pada kekasih barumu bagaimana rasanya diberi

A real fighting chance before you wish her, "Good riddance"
Kesempatan berjuang sungguhan sebelum kamu bilang, “Selamat tinggal”

Did anything ever really count
Apakah semua itu pernah benar-benar berarti

Or was I just a two-year practice round?
Atau aku hanya latihan dua tahun saja?

 
You were all I'd ever known
Kamulah satu-satunya yang pernah kukenal

And now I'm feeling stupid, you're forbidden
Dan sekarang aku merasa bodoh, kamu terlarang

They say, yeah, we were something, too bad we were children
Orang bilang, ya, kita pernah berarti—sayang kita masih terlalu muda

Ooh, I don't know where to go
Aku tak tahu harus ke mana

And I don't know how or why you seem just fine
Dan aku tak tahu bagaimana atau mengapa kamu tampak baik-baik saja

'Cause I'm looking at you and God knows you're not mine anymore
Karena aku menatapmu dan Tuhan tahu kamu bukan milikku lagi

It's so cruel how things will never be the way they were before
Begitu kejam—segala hal takkan pernah seperti dulu lagi

 
Like they were before
Seperti dulu

It's almost just like how it was before
Hampir saja seperti dulu

But it's not anymore
Tapi tidak lagi

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved