Review BEASTARS Final Season Part 2: Eksplorasi Identitas yang Mendalam

Bagian penutup ini dirilis di Netflix pada 7 Maret 2026, sekaligus menutup cerita yang diadaptasi dari manga karya Paru Itagaki.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja
Review BEASTARS Final Season Part 2 

TRIBUNJOGJA.COM – Anime Beastars akhirnya mencapai bab terakhirnya melalui Final Season Part 2.

Season ini menjadi penutup perjalanan panjang cerita Legoshi dan teman-temannya.

Setelah bertahun-tahun menemani penggemar sejak musim pertama tayang pada 2019, serial ini resmi mengakhiri kisahnya dengan konflik yang lebih gelap dan emosional.

Final Season Part 2 menjadi bagian kedua dari musim terakhir yang sebelumnya dimulai pada Desember 2024.

Bagian penutup ini dirilis di Netflix pada 7 Maret 2026, sekaligus menutup cerita yang diadaptasi dari manga karya Paru Itagaki.

Sebagai anime yang dikenal berani mengangkat isu sosial melalui dunia hewan antropomorfik, Beastars tidak hanya menghadirkan drama dan aksi, tetapi juga eksplorasi mendalam tentang identitas dan diskriminasi.

Berikut ulasan lengkap tentang Beastars Final Season Part 2, mulai dari alur cerita, kelebihan animasi, hingga bagaimana serial ini menutup kisah para karakternya.

beastars
sumber: animenewsnetwork.com

Kisah Penutup Legoshi dan Dunia yang Terbelah

Cerita Beastars berlatar di dunia tempat hewan karnivora dan herbivora hidup berdampingan dalam masyarakat yang penuh ketegangan.

Konflik antara naluri predator dan keinginan untuk hidup damai menjadi tema utama sepanjang seri.

Di Final Season Part 2, ketegangan ini mencapai titik puncaknya.

Sosok kriminal berbahaya bernama Melon menjadi pusat konflik yang mengguncang keseimbangan masyarakat.

Rencananya memicu ketakutan dan kecurigaan antara kelompok karnivora dan herbivora.

Sementara itu, Legoshi harus menghadapi banyak perubahan dalam hidupnya.

Ia meninggalkan kehidupan sekolah dan mencoba menjalani kehidupan mandiri di dunia yang jauh lebih keras.

Di sisi lain, Louis menjalani kehidupannya di dunia manusia dengan menghadapi tekanan keluarga dan tanggung jawab besar.

Sementara Haru berusaha melanjutkan kehidupannya sebagai mahasiswa meskipun berbagai ancaman masih membayangi.

Ketika ancaman Melon semakin nyata dan bahaya mendekati Haru, Legoshi akhirnya harus kembali menghadapi masa lalunya sekaligus menentukan masa depannya.

Konflik ini membawa para karakter menuju konfrontasi terakhir yang menentukan arah dunia mereka.

Baca juga: Viral Anime Pendek Evangelion 30 Tahun Tembus 3,3 Juta Views dalam 24 Jam

Dunia Beastars yang Lebih Gelap dan Kompleks

Sejak awal penayangannya, Beastars dikenal sebagai anime yang tidak hanya menyajikan cerita sekolah biasa.

Serial ini menghadirkan alegori sosial yang kuat melalui hubungan predator dan mangsa.

Konsep tersebut menjadi metafora bagi berbagai isu masyarakat, seperti prasangka, ketidaksetaraan, dan konflik identitas.

Final Season Part 2 melanjutkan pendekatan ini dengan cerita yang lebih matang dan serius.

Banyak konflik yang sebelumnya hanya disinggung kini mencapai titik klimaks.

Hubungan antar karakter juga menjadi fokus utama, terutama hubungan antara Legoshi dan Haru yang sejak awal menjadi inti emosional cerita.

Namun, cerita tidak hanya berpusat pada romansa. Serial ini juga menggali konflik batin para karakter, termasuk dilema moral antara mengikuti naluri atau mempertahankan nilai kemanusiaan.

Animasi CGI yang Tetap Menjadi Daya Tarik

Salah satu ciri khas Beastars adalah penggunaan animasi CGI yang diproduksi oleh studio Orange.

Sejak musim pertama, gaya visual ini menjadi identitas kuat seri tersebut.

Walau awalnya sempat menuai perdebatan, animasi CGI dalam Beastars akhirnya dianggap berhasil menampilkan ekspresi karakter secara detail.

Di Final Season Part 2, kualitas animasi tetap menjadi salah satu kekuatan utama.

Gerakan karakter terasa halus dan dinamis, terutama dalam adegan aksi dan momen emosional.

Studio Orange juga memanfaatkan pencahayaan, warna, dan sudut kamera untuk memperkuat suasana dramatis yang menjadi ciri khas anime ini.

Teknik visual tersebut membantu menggambarkan konflik batin para karakter, terutama Legoshi yang terus berjuang mengendalikan naluri predatornya.

Cerita yang Ambisius, Namun Terkadang Terlalu Padat

Meski mendapat banyak pujian, Final Season Part 2 juga memiliki beberapa kritik.

Beberapa pengamat menilai cerita pada bagian akhir terasa terlalu padat karena mencoba menyelesaikan banyak alur sekaligus.

Hal ini membuat beberapa subplot terasa kurang mendapatkan ruang pengembangan yang cukup.

Namun di sisi lain, pendekatan tersebut juga mencerminkan ambisi besar seri ini untuk menutup cerita dengan berbagai perspektif karakter.

Dalam beberapa momen, serial ini berhasil menghadirkan adegan emosional yang kuat, terutama dalam hubungan Legoshi, Louis, dan Haru.

Konflik Melon dan Pertarungan Terakhir

Salah satu elemen paling menonjol dalam Final Season Part 2 adalah konflik antara Legoshi dan Melon.

Melon digambarkan sebagai karakter antagonis kompleks yang memiliki latar belakang kelam.

Ia menjadi simbol kekacauan dalam masyarakat yang selama ini berusaha menjaga keseimbangan antara predator dan mangsa.

Pertarungan antara Legoshi dan Melon tidak hanya menjadi konflik fisik, tetapi juga konflik ideologi tentang bagaimana dunia seharusnya berjalan.

Konfrontasi ini menjadi puncak cerita sekaligus menentukan masa depan para karakter utama.

Musik Emosional Grup K-Pop SEVENTEEN

Sebagai penutup seri, Final Season Part 2 juga menghadirkan elemen musikal yang kuat.

Salah satu yang menarik perhatian adalah lagu ending berjudul “Tiny Light” yang dibawakan oleh grup K-pop SEVENTEEN.

Lagu ini menghadirkan nuansa emosional yang sesuai dengan tema perpisahan dalam cerita.

Kolaborasi antara anime dan musik pop global ini juga memperluas jangkauan audiens, terutama di kalangan penggemar K-pop.

 Warisan Beastars dalam Dunia Anime

Sejak debutnya pada 2019, Beastars telah menjadi salah satu anime yang paling unik dalam industri.

Serial ini berhasil menggabungkan drama psikologis, misteri, romansa, dan kritik sosial dalam satu cerita yang kompleks.

Selain itu, dunia hewan antropomorfik yang digunakan sebagai latar membuat cerita terasa segar dibandingkan anime sekolah pada umumnya.

Popularitasnya juga terbukti dari kesuksesan manga aslinya yang telah terjual lebih dari 10 juta kopi di seluruh dunia.

Dengan berakhirnya Final Season Part 2, perjalanan panjang cerita ini akhirnya mencapai garis finis.

 Perpisahan yang Emosional

Beastars Final Season Part 2 menjadi penutup yang emosional bagi serial yang telah menemani penggemar selama bertahun-tahun.

Meski tidak sempurna dan memiliki beberapa kekurangan dalam penyampaian cerita, musim terakhir ini tetap menghadirkan pengalaman yang kuat dan berkesan.

Anime ini berhasil mempertahankan identitasnya sebagai kisah eksplorasi identitas dan menemukan tempat di dunia yang penuh kejutan.

Bagi penggemar lama, final season ini menjadi momen perpisahan dengan karakter yang telah berkembang sejak awal cerita.

Sementara bagi penonton baru, Beastars tetap menjadi salah satu anime yang layak ditonton karena keberaniannya menghadirkan cerita yang berbeda dari kebanyakan seri lainnya.

Dengan berakhirnya kisah Legoshi, Louis, dan Haru, Beastars meninggalkan warisan sebagai anime yang berani, reflektif, dan penuh makna dalam industri animasi Jepang.

(MG Aufa Dyandra)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved