Fenomena Langit Desember 2025: Supermoon, Cold Moon, hingga Dua Hujan Meteor

Cold Moon ini akan menjadi supermoon terakhir tahun 2025 sekaligus salah satu fenomena langit paling dinantikan menjelang tutup tahun

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
BANGKA POS/RESHA JUHARI
Ilustrasi 
Ringkasan Berita:
  • Supermoon Desember 2025 atau Cold Moon akan muncul pada 4 Desember sebagai purnama terakhir dan paling ekstrem hingga 2042, dengan ukuran lebih besar dan cahaya lebih terang dari biasanya.
  • Fenomena ini terjadi karena Bulan berada di titik perigee, membuat purnama tampak 7,9 persen lebih besar dan 15 % lebih terang, sekaligus berada di posisi tertinggi di langit malam.

 

TRIBUNJOGJA – Fenomena supermoon Desember 2025 siap menghiasi langit.

Purnama yang juga dikenal sebagai Cold Moon ini akan menjadi supermoon terakhir tahun 2025 sekaligus salah satu fenomena langit paling dinantikan menjelang tutup tahun.

Supermoon Desember 2025 diprediksi muncul pada 4 Desember 2025. Pada momen ini, Bulan berada di titik perigee, atau jarak terdekatnya dengan Bumi.

Inilah yang membuat bulan tampak 7,9 % lebih besar dan 15 % lebih terang daripada purnama biasanya.

Setelah fenomena ini, supermoon berikutnya baru akan terjadi pada 3 Januari 2026.

Cold Moon merupakan nama tradisional untuk purnama Desember, berasal dari budaya suku Mohawk, yang mengaitkan purnama ini dengan penurunan suhu drastis di akhir tahun.

Sementara di Belahan Bumi Selatan, purnama ini justru dikenal sebagai Strawberry Moon karena bertepatan dengan musim hangat.

Baca juga: 10 Pantun Sambut Bulan Desember, Cocok Untuk Caption Media Sosial

Cold Moon Jadi Purnama Paling Ekstrem hingga 2042

Fenomena Cold Moon 2025 tidak hanya menjadi supermoon terakhir tahun ini, tetapi juga disebut sebagai purnama paling ekstrem hingga tahun 2042.

Mengapa ekstrem?

Purnama Desember adalah purnama yang paling dekat dengan titik balik matahari musim dingin di Belahan Bumi Utara.

Hal ini menjadikan Cold Moon sebagai purnama tertinggi di langit malam.

Sebaliknya, di Belahan Bumi Selatan, purnama Desember menjadi purnama terendah dalam setahun.

Cold Moon 2025 juga diperkirakan muncul menjelang matahari terbenam dan akan menerangi langit sepanjang malam jika cuaca cerah.

Bulan akan bersinar dekat Pleiades, salah satu gugus bintang paling populer di langit.

Fenomena Langit Desember 2025: Dua Hujan Meteor Menutup Tahun

Selain supermoon, langit Desember 2025 juga diramaikan dua hujan meteor spektakuler, yakni:

1. Hujan Meteor Geminid (4–17 Desember)

Puncak: 13–14 Desember 2025

Dikenal sebagai salah satu hujan meteor terkuat, dengan visibilitas terbaik mulai pukul 22.00 WIB hingga dini hari.

2. Hujan Meteor Ursida (17–26 Desember)

Puncak: 21–22 Desember 2025

Jumlah meteor lebih sedikit, sekitar 5–10 meteor per jam, terutama menjelang subuh.

Dari daerah tropis selatan, seperti Indonesia, Ursida akan tampak sebelum matahari terbit.

Dengan hadirnya supermoon Desember 2025, Cold Moon paling ekstrem, serta dua hujan meteor, pengujung tahun 2025 akan menjadi momen terbaik untuk penggemar astronomi. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved