Tips Kecantikan

5 Tanda Kulit Mengalami Stres dan Cara Mengembalikannya Jadi Sehat dan Bercahaya

Ketika sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi hormon stres utama, yaitu kortisol.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Canva@doucefleur
Tanda kulit wajah stres 

TRIBUNJOGJA.COMStres adalah respons alami tubuh  terhadap tekanan, baik fisik maupun emosional.

Sayangnya, dampak stres tidak hanya terbatas pada suasana hati atau kesehatan mental, kulit wajah juga seringkali menjadi indikator visual pertama bahwa tubuh sedang tidak baik-baik saja.

Ketika sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi hormon stres utama, yaitu kortisol.

Peningkatan kortisol ini memicu serangkaian reaksi biologis yang dapat mengacaukan keseimbangan kulit.

Mengenali tanda-tanda ini sejak dini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan penampilan kulit.

Perubahan tiba-tiba pada kulit yang bukan disebabkan dari perubahan rutinitas skincare yang signifikan merupakan sinyak dari stres internal.

1.      Munculnya Jerawat dan Beruntusan Mendadak

Tanda ini merupakan manifestasi yang paling umum.

Peningkatan kadar kortisol merangsang kelenjar minyak (sebum).

Produksi minyak yang berlebihan dapat menyumpat pori-pori. 

Ditambah dengan peradangan yang dipicu oleh stres, hasilnya adalah munculnya jerawat hormonal atau beruntusan kecil yang biasanya muncul di area dagu, rahang, atau pipi bawah.

Baca juga: Rekomendasi Eye Shadow Pallette yang Cocok untuk Kulit Warm Undertone

2.      Kemerahan dan Peningkatan Sensitivitas

Stres dapat menganggu lapisan penghalang kulit (skin barrier) yang berfungsi sebagai perisai pelindung.

Ketika penghalang kulit melemah, kulit menjadi lebih rentan terhadap faktor eksternal.

Ini bisa memicu kemerahan, rasa gatal, dan reaksi berlebihan terhadap produk skincare yang biasanya aman. 

Kondisi kulit seperti rosacea dan eksim seringkali memburuk saat stres.

3.      Kulit Kusam dan Kurang Bercahaya

Jika kulit tiba-tiba terlihat lelah dan kehilangan kilau alami, stres mungkin menjadi penyebabnya.

Stres dapat memperlambat proses regenerasi sel kulit.

Sel-sel kulit mati cenderung menumpuk di permukaan, menghalangi cahaya dipantulkan dengan baik, sehingga tampilan kulit menjadi kusam dan tidak segar.

4.      Lingkaran Hitam dan Kantung Mata

Meskipun sering dikaitkan dengan kurang tidur, lingkaran hitam juga diperburuk oleh dampak stres pada sistem vascular.

Kortisol meningkatkan aliran darah di bawah kulit. 

Karena kulit di bawah mata sangat tipis, peningkatan aliran ini membuat pembuluh darah lebih terlihat, mempergelap area tersebut. 

Kurang tidur akibat stres juga menyebabkan retensi cairan yang memperparah kantung mata.

5.      Garis Halus dan Dehidrasi yang Tiba-tiba

Stres jangka panjang dapat mempercepat penuaan dini dan menyebabkan dehidrasi kulit.

Peradangan kronis yang disebabkan oleh kortisol memecah kolagen dan asam hialuronat di kulit. 

Akibatnya, garis-garis halus terutama di sekitar dahi atau mata menjadi lebih menonjol dan kulit terasa kering meskipun sudah menggunakan pelembap.

Solusi Mengatasi Kulit Stres 

Mengatasi kulit stres memerlukan pendekatan holistik, yaitu dengan menenangkan tubuh dari dalam sambil merawat kulit dari luar.

Perawatan dari dalam dengan mengusahakan tidur 7-9 jam yang berkualitas. 

Saat tidur, tubuh memproduksi melatonim dan memperbaiki kerusakan sel, termasuk kolagen.

Terapkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dalam.

Aktivitas fisik ringan juga dapat membantu mengurangi hormon stres.

Makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan, salah satunya dengan meningkatkan asupan makanan kaya omega-3 dan antioksidan untuk melawan peradangan yang dipicu oleh stres.

Sedangkan, perawatan dari luar dapat menyederhanakan rutinitas penggunaan skincare.

Sebab saat kulit stres akan lebih menjadi sensitif.

Hentikan penggunaan produk keras, seperti eksfolian kimia kuat atau retinoid sementara waktu.

Kembali ke pembersih lembut dan pelembab dasar.

Gunakan produk yang mengandung bahan-bahan yang mendukung perbaikan penghalang kulit, seperti Ceramide, Niacinamide, atau Asam Hialuronat untuk hidrasi.

Stres membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan UV.

Pastikan penggunaan sunscreen dengan SPF minimum 30 setiap hari, meskipun berada di dalam ruangan.

Kulit yang stres adalah panggilan dari tubuh untuk beristirahat dan menyeimbangkan diri. 

Daripada hanya menyalahkan produk skincare, lihatlah lebih dalam pada gaya hidup. 

Dengan mengenali sinyal-sinyal bahaya yang ditunjukkan kulit wajah dan mengambil langkah proaktif untuk mengelola stres internal dapat mengembalikan keseimbangan, meredakan peradangan, dan mendapatkan kembali kulit yang sehat dan bercahaya. (MG Awega Yunita Sara)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved