Anomali Cuaca Ekstrem Turut Berimbas pada Angka Pengangguran di Gunungkidul
Imbas cuaca ekstrem ini membuat sebagian besar petani di Kabupaten Gunungkidul mengalami gagal panen.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Anomali cuaca ekstrem turut berimbas pada angka pengangguran di Kabupaten Gunungkidul.
Berdasarkan data tahun 2023, angka pengangguran terbuka di wilayah ini tercatat sebanyak 2,09 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Gunungkidul, Supartono, mengatakan faktor tesebut merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik.
Di mana, imbas cuaca ekstrem ini membuat sebagian besar petani di Kabupaten Gunungkidul mengalami gagal panen.
"Cuaca ekstrem berupa siklon membuat terjadinya kemarau panjang pada beberapa waktu lalu. Di mana ,sebagian besar masyarakat kita adalah petani. Akibatnya banyak yang gagal panen, dan akhirnya tercatat sebagai pengangguran,"ujarnya di sela kegiatan Job Fair 2024, di Gedung Serbaguna Siyono Harjo, pada Rabu (14/8/2024).
Baca juga: Pemkab Gunungkidul Gelar Job Fair, Hadirkan 25 Perusahaan dan Ratusan Lowongan Pekerjaan
Dia menyebut, faktor lain yang menyebabkan masalah pengangguran ini masih terjadi yakni dampak ketimpangan antara jumlah lowongan kerja dengan jumlah pencari kerja.
Terutama, ketersediaan lapangan pekerjaan untuk generasi Z (gen Z).
"Angka pengganguran di sini didominasi gen Z terutama yang lulusan SMA/SMK ini. Yaitu tadi, memang di Gunungkidul ada kesenjangan antara jumlah lowongan pekerjaan dengan jumlah pencari kerja, di mana pencari kerjanya lebih banyak,"ungkap dia.
Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mengentaskan masalah pengangguran di wilayahnya.
Di antaranya dengan menggelar Job Fair, melaksanakan balai latihan kerja (BLK), hingga mengadakan pelatihan kewirausahaan.
"Selain Job fair sebenarnya ada upaya yang kami lakukan, misalnya untuk lulusan SMK kalau lulus biasanya langsung disalurkan ke perusahan. Kemudian, juga beberapa diantaranya diarahkan ke kewirausahaan sehingga nanti diharapkan upaya ini bisa mengurangi angka pengangguran,"ujarnya. (*)
| Cuaca Ekstrem Terjang Sleman: Talud Longsor dan Infrastruktur di 6 Kapanewon Rusak |
|
|---|
| Gelombang Rossby Ekuatorial Pengaruhi Intensitas Hujan di DIY, Ini Penjelasan BMKG |
|
|---|
| Analisis BMKG: Curah Hujan di Sleman Tembus 217 mm, Rekor Ekstrem Pemicu Banjir Gamping |
|
|---|
| Dampak Hujan Lebat di Sleman: Empat Rumah di Nogotirto dan Banyuraden Terendam Banjir |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Sabtu 11 April 2026, Waspada Hujan Disertai Angin di Wilayah Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Para-jobseeker-saat-mendaftar-pekerjaan-di-Job-Fair-2024-di-Gunungkidul.jpg)