APBI DIY Optimis Mal di DIY Bisa Bertahan di Tengah Tren Belanja Daring

Penataan produk hingga dekorasi pun penting, agar konsumen merasakan pengalaman lebih saat datang ke pusat perbelanjaan. 

Tribunjogja.com/Neti Istimewa Rukmana
Ilustrasi : Suasana pembukaan Pameran Kriya Indonesia 2023 di Pakuwon Mal Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DIY optimis pusat perbelanjaan di DIY masih bisa bertahan di tengah tren belanja daring. 

Ketua APBI DIY, Surya Ananta, mengatakan fenomena belanja daring meningkatkan saat pandemi COVID-19 kemarin.

Hal itu karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat untuk menekan penyebaran COVID-19.

Namun ia melihat fenomena belanja daring belum secara makro berdampak pada pusat perbelanjaan.

Sebab saat ini pusat perbelanjaan tidak lagi fokus ada belanja, tetapi sebagai pusat hiburan. 

"Tentu kami tidak berdiam diri dengan perkembangan ini, meski belum signifikan terpengaruh secara masif. Kami mendorong bahwa mal bukan satu-satunya tempat belanja, tetapi ada meeting point, makan, entertain. Ketika orang jenuh, butuh refreshing lalu ke mal. Sehingga kami mendorong ke hiburan, baru setelah itu dampak ikutannya adalah belanja," katanya, Senin (24/07/2023). 

"Basic dasar manusia adalah makhluk sosial, berinteraksi adalah satu kebutuhan juga. Sehingga meskipun ada transaksi online, offline itu nggak terus hilang. Masih bisa jalan dua-duanya. Jadi masih optimis pusat perbelanjaan bisa survive, tentu harus diimbangi dengan kreativitas dan inovasi dari pusat perbelanjaan," sambungnya. 

General Manager Plaza Ambarrukmo tersebut melanjutkan pusat perbelanjaan harus memberikan pengalaman lebih, dibandingkan saat konsumen belanja daring, salah satunya dengan layanan. 

Di samping itu, produk-produk yang ditawarkan harus lebih lengkap dan beragam.

Penataan produk hingga dekorasi pun penting, agar konsumen merasakan pengalaman lebih saat datang ke pusat perbelanjaan. 

"Inovasi dan kreativitas menjadi penting. Mal itu kan ruang publik juga, sehingga yang dibutuhkan masyarakat ada. Misalnya dengan menghadirkan wahanan edukasi anak, event-event menarik, atau mungkin makanan yang saat ini sedang digemari masyarakat,"lanjutnya. 

Penerapan endemi COVID-19 pun bakal berdampak positif bagi pusat perbelanjaan.

Sebab masyarakat sudah tidak perlu takut dan khawatir berada di ruang publik. 

Meski begitu, sarana untuk menunjang protokol kesehatan tetap disediakan. 

"Wastafel untuk cuci tangan masih kami sediakan, hand sanitizer juga masih ada. Setelah COVID-19 ini kan kesadaran masyarakat akan kesehatan juga smakin meningkat, sehingga masyarakat nggak takur-takut lagi," imbuhnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved