G20

MISI Utama Presiden Joko Widodo di Perang Rusia-Ukraina

Presiden Joko Widodo akan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera memerintahkan gencatan senjata

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Dok. Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo beserta rombongan saat tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman sekitar pukul 18.40 waktu setempat, Minggu (26/6/2022). Setelah hadiri KTT G7, Presiden Jokowi akan temui Presiden Ukraina dan Presiden Rusia untuk mendorong perdamaian kedua negara 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Indonesia Joko Widodo membawa satu misi di perang Rusia-Ukraina.

Presiden RI akan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera memerintahkan gencatan senjata, dikutip Tribun Jogja dari Reuters.

Presiden Indonesia Joko Widodo sebelumnya mengatakan bahwa ia telah menolak permintaan senjata dari pemimpin Ukraina.

Jokowi kemudian mendesak Presiden Volodymyr Zelenskiy dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Indonesia saat ini memimpin ekonomi utama Kelompok 20 (G20) dan telah mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan pemimpin Rusia Vladimir Putin ke pertemuan puncak para pemimpin pada bulan November.

Presiden RI Joko Widodo dalam konferensi pers jelang keberangkatan ke AS, Selasa 10 Mei 2022
Presiden RI Joko Widodo dalam konferensi pers jelang keberangkatan ke AS, Selasa 10 Mei 2022 (DOK. YouTube Sekretariat Presiden)

Langkah tersebut kemudian mendapat tekanan dari beberapa negara Barat untuk tidak mengundang Rusia.

“Saya menyampaikan harapan saya agar perang segera diakhiri, dan solusi damai dapat diwujudkan melalui negosiasi,” kata Jokowi dalam pernyataan online, seraya menambahkan bahwa dia telah berbicara dengan kedua pemimpin melalui telepon minggu ini.

Jokowi juga mengatakan dia menolak permintaan senjata Zelenskiy karena kebijakan luar negeri negara Asia Tenggara itu, yang mencoba mengarahkan jalur netralitas strategis. Ia mengatakan Indonesia siap mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Beberapa anggota G20 seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada telah mendesak Indonesia untuk tidak mengundang Putin karena invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina.

Namun Jokowi mengatakan, Indonesia ingin menyatukan G20, agar tidak sampai terjadi keretakan hubungan antara kedua negara.

Ukraina bukan anggota G20, tetapi ketua kelompok itu sebelumnya telah mengundang negara-negara tamu.

“Kehadiran Zelenskiy di KTT di pulau Bali di Indonesia akan tergantung pada situasi di medan perang," kata Vysotskyi Taras, seorang pejabat senior pemerintah Ukraina, mengatakan pada hari Kamis.

Sementara Jokowi mengatakan bahwa Putin bermaksud untuk bergabung dalam acara tersebut, juru bicara Kremlin pada hari Jumat mengatakan bahwa pemimpin Rusia tersebut belum memutuskan apakah akan hadir secara virtual atau secara langsung.

Jokowi sebelumnya mengatakan pada Minggu bahwa ia akan mendesak Presiden Rusia dan Ukraina untuk membuka ruang dialog selama misi pembangunan perdamaian.

"Perang (Rusia-Ukraina) harus dihentikan dan rantai pasokan pangan global perlu diaktifkan kembali," kata Jokowi sebelum berangkat ke Jerman untuk menghadiri KTT G7, Senin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved