APEKSI Sepakat Kota Cerdas Tidak Sebatas Platform, Tapi Terbentuknya Ekosistem

Forum Apeksi ini menjadi momentum baik bagi para Wali Kota untuk menguatkan sinergi dalam penguatan ekonomi, termasuk sinergi dengan dunia usaha

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Penutupan Indo Smart City Forum dan Expo (ICSFE) yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Jumat (15/10/2021). Rapat kerja teknik digelar selama tiga hari (13-15 Oktober) di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Indo Smart City Forum dan Expo (ICSFE) yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) selama tiga hari di The Rich Jogja Hotel, Jalan Magelang km 6, Sinduadi, Sleman, resmi ditutup pada Jumat (15/10/2021).

Dalam rapat kerja tersebut, para Wali Kota sepakat kota cerdas tidak hanya sebatas platform atau teknologinya semata, tetapi yang lebih utama adalah terbentuknya ekosistem smart city di dalam kota tersebut.

Direktur Eksekutif sekaligus Sekretaris Dewan Pengurus Apeksi, Alwis Rustam, menjelaskan ekosistem yang dimaksud adalah kesiapan dari masyarakat, birokrasi dalam memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas hidup yang tinggi melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat.

Ia menilai, forum Apeksi ini menjadi momentum baik bagi para Wali Kota untuk menguatkan sinergi dalam penguatan ekonomi, termasuk sinergi dengan dunia usaha. 

Penerapan konsep smart city menurut dia akan memberi dampak positif sangat besar bagi sektor pariwisata. 

"Teknologi informasi dalam smart city akan menyajikan beragam informasi yang memudahkan masyarakat mengunjungi destinasi wisata," kata Alwis melalui keterangannya,  Jumat (15/10/2021). 

Rapat kerja teknik Apeksi ditutup oleh Wali kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti.

Ia mengungkapkan, kepada Wali Kota anggota Apeksi agar tidak terlalu memfokuskan pada infrastuktur atau label kotanya sebagai smart city.

Menurutnya, yang lebih utama dari konsep kota cerdas adalah tersambungnya pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

"Wali Kota tidak usah pusing-pusing dengan infrastukturnya. Smart city itu sederhana, yaitu menyambungkan keempat pilar penopangnya, pemerintah, swasta, masyarakat dan ASN atau birokrasi," kata dia. 

Agar konsep smart city membawa dampak positif lebih besar, menurut Haryadi, diperlukan peningkatan kualitas pemanfaatan teknologi informasi dan komuniksi oleh keempat pilar penopangnya. Smart city bukan apa tapi siapa yang menjalankan.

"Jadi bukan hanya label smart city saja, tapi antara pemerintah, masyarakat, swata dan ASN betul-betul terhubung untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Diketahui, rapat kerja Apeksi 2021 mengusung tema besar 'Membangun Ekosistem Smart City Berkelanjutan bagi Penanggulangan Pandemi.'

Kegiatan ini dianggap penting untuk melanjutkan semangat bagi para pemerintah kota di Indonesia dalam mengimplementasikan kota cerdas demi pembangunan ke depan. 

Kegiatan penutupan, diberikan juga penghargaan kepada stan expo terbaik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved