Penanganan Covid

Tembus Pasar Australia hingga Jerman, Warga Bantul Sukses Manfaatkan Limbah Kayu Jadi Wall Panel

Selain membuat wall panel, ia pun juga membuat kerajinan kayu lainnya, yakni kerajinan pahatan yang juga digemari pangsa pasar luar negeri.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Agung memperlihatkan cara kerja mesin pemotong kayu buatannya 

TRIBUNJOGJA.COM - Berawal dari terpuruk setelah ditipu rekannya, Agung Setiawan (42) bangkit dan kembali merintis usaha melalui kerajinan kayu.

Kini hasil produknya sudah tembus ke pasar mancanegara.

Saat ditemui di workshopnya daerah Sewon, Bantul, Agung menceritakan bahwa pada awal mulanya ia berbisnis jual beli log kayu di tahun 2000.

Hingga di tahun 2015 bisnisnya hancur karena ditipu oleh temannya, ia pun mengaku rugi hingga Rp 1 miliar.

Ia kehabisan modal, dan kesulitan akses pinjaman ke bank.

Yang tersisa hanyalah limbah kayu sisa usahanya dulu.

Baca juga: Warga Bantul Sulap Limbah Kayu jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

Di saat ia merasa putus asa, secara tidak sengaja ia bertemu seorang bule asal Belanda.

Bule itu sedang bersepeda dan terpisah dari rombongannya.

Karena sepeda yang dinaiki bule tersebut rusak, Agung pun berusaha membantu memperbaikinya.

Dari pertemuan itu, munculah percakapan yang membuat akhirnya Agung bisa memulai usahanya lagi.

"Dia lihat ada kayu-kayu sisa dan bertanya kenapa saya tidak bekerja. Bule itu mengatakan bahwa material kayu yang ada di tempat saya bisa jadi produk yang bagus di negaranya yakni wall panel," ujarnya Kamis (29/10/2020).

Begitu ia melihat contoh foto yang dimaksud, ia merasa akan bisa membuat produk tersebut.

Wall panel atau wall cladding sendiri merupakan penutup dinding dengan ragam dekorasi dan Agung memilih kayu sebagai bahan dasarnya.  

Setelah mempelajari bagaimana cara membuatnya, ia pun mulai berkreasi mengolah limbah kayu yang ia miliki.

Baca juga: Cerita Ibu Rumah di Sleman yang Berkreasi Olah Limbah Perca Konveksi Jadi Keset Karakter nan Unik

Dengan usahanya tersebut, ia mampu menembus pasar Belanda dan Jerman.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved