Program Kustini Sri Purnomo Untuk Potensi Industri dan Wisata Budaya di Sleman Timur

Potensi kawasan industri dan wisata budaya bakal menjadi fokus kampanye tim koalisi Kustini Sri Purnomo - Danang Maharsa

ist
Pembahasan tim pengusul PDIP, PAN, Demokrat dan Gelora di Joglo Jamusan RT 04 RW 29 Bokoharjo Prambanan, pada Jum’at 16 Oktober 2020. 

TRIBUNJOGJA.COM - Potensi kawasan industri dan wisata budaya bakal menjadi fokus kampanye tim koalisi Kustini Sri Purnomo - Danang Maharsa di Kapanewon Prambanan, Sleman.

Strategi itu menjadi pembahasan tim pengusul PDIP, PAN, Demokrat dan Gelora di Joglo Jamusan RT 04 RW 29 Bokoharjo Prambanan, Jumat (16/10/2020).

Rapat gabungan tersebut juga melibatkan sejumlah tim relawan, perwakilan warga Muhammadiyah dan NU beserta seluruh elemen masyarakat Sleman sisi timur berjumlah 50 orang.

Sleman bagian timur yang meliputi wilayah Berbah, Kalasan, Ngemplak dan Prambanan merupakan daerah yang nantinya akan dilewati jalur tol Jogja - Solo. 

Adanya akses tersebut, akan membantu jalur distribusi barang khususnya di sektor industri.

Sementara, Kapanewon Prambanan sendiri akan menjadi tujuan wisata budaya yang berbasis masyarakat lokal. 

Tentunya akan ada pemberdayaan dan pelatihan untuk mewujudkan tatanan tersebut.

Juru Kampanye PDI Perjuangan Didik Ahmadi menuturkan, sosok Kustini - Danang adalah pemimpin yang mempunyai pemikiran-pemikiran solutif.

Kustini Sri Purnomo
Kustini Sri Purnomo (Ist)

Sejumlah potensi yang ada akan berusaha dikembangkan tanpa meninggalkan kearifan lokal setempat.

"Potensi desa wisata berbasis komunitas itu akan dikembangkan. Akan ada pendampingan dan pelatihan  pengelola desa wisata serta sarana promosi yang akan dibantu," ucapnya.

Didik memastikan, dalam pengembangan suatu potensi tentu harus melibatkan peran serta masyarakat.

Sama seperti slogan pasangan nomor 3, "Sesarengan Mbangun Sleman", konsolidasi dimaksudkan Didik untuk menyatukan semangat dan membangun kembali budaya gotong royong.

"Suatu daerah tidak akan bisa berkembang, kalau hanya masing-masing pihak bergerak sendiri-sendiri. Perlu adanya kesamaan visi dan gerak, sama seperti slogan sesarengan yang artinya bareng-bareng," jelasnya.

Sementara, Nur Hidayat yang merupakan anggota FPAN DPRD Sleman menegaskan visi-misi yang dikampanyekan harus dipahami rakyat bukan hanya sekedar disosialisasikan. 

Pasalnya, cita-cita pasangan nomor 3 ke depan akan mewujudkan Kota Salak Pondoh sebagai "Rumah Bersama" yang mempunyai masyarakat yang tangguh, sejahtera, cerdas, serta berjiwa gotong-royong. 

Sebagai rumah bersama, Sleman dipenuhi keberagaman etnis, agama, budaya, dan keragaman lainnya yang semua itu harmoni dan terpadu.

"Jika melihat Indonesia secara miniatur, di Sleman lah tempatnya sebagai barometer nasional. Untuk itu kita harus “Sesarengan Mbangun Sleman"," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved