Pusat Studi Inklusi Sekolah Tumbuh Yogya Launching Buku
Buku ini merupakan kompilasi dari hasil riset para guru yang telah terlibat program Guru Menulis sejak tahun 2016 hingga 2017.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pusat Studi Inklusi Sekolah Tumbuh Yogyakarta menyelenggarakan workshop sekaligus melaunching buku 'Menjadi Guru Kreatif di Sekolah Inklusif' di SD Tumbuh 2, Sabtu (27/1/2018).
Buku ini merupakan kompilasi dari hasil riset para guru yang telah terlibat program Guru Menulis sejak tahun 2016 hingga 2017 bertajuk "Guru Kreatif di Sekolah Inklusif".
Acara ini dibuka oleh Ketua Yayasan Edukasi Anak Nusantara (YEAN), KPH Wirnonegoro yang juga dihadiri oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY serta Dinas Pendidikan dari semua kabupaten di DIY.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh guru, akademisi, peneliti, mahasiswa, orangtua serta praktisi pendidikan lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Yayasan Edukasi Anak Nusantara KPH. Wirnonegoro dalam buku 'Menjadi Guru Kreatif di Sekolah Inklusif' menuturkan, buku yang ditulis dari hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini tidak hanya memaparkan hasil penelitian yang berkaitan dengan tindakan kelas terhadap anak-anak yang membutuhkan pendampingan khusus.
"Buku ini juga memaparkan aspek-aspek yang lebih luas dan beragam, ditambah dengan rekomendasi dan harapan pada setiap bab," ujar KPH Wirnonegoro dalam bukunya.
Ia berharap buku ini dapat bermanfaat secara luas karena kekuatan berbagi pengalaman adalah salah satu modal utama dalam memajukan dunia pendidikan.
"Selain itu, kesempatan bagi para guru untuk menuangkan gagasan dalam bentuk karya ilmiah yang kemudian dikemas dalam bentuk buku bisa menjadi catatan narasi dalam proses memberikan layanan yang terbaik untuk peserta didik," lanjutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/buku_20180127_153312.jpg)