Jogja Republik Onthel 2017, Ajang Mengenal Sejarah dan Melestarikan Budaya

Selain manfaat olahraga dari kegiatan gowes keliling kota, komunitas sepeda kuno dapat belajar sejarah perjuangan Indonesia.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Seorang peserta Jogja Republik Onthel 2017 asal Sidoarjo Jawa Timur berpose di deretan sepeda yang mereka bawa, Sabtu (21/10/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para penggemar sepeda kuno peserta Jogja Republik Onthel 2017 memiliki beberapa alasan khusus mengapa rela jauh jauh datang dari kota asal ke Yogyakarta untuk mengikuti event akbar berkumpulnya para Onthelis ini.

Satu di antaranya Asep Budihardiana dari Paguyuban Sepeda Baheula Bandung (PSBB).

Asep datang bersama 40 orang anggota PSBB lainnya hari ini.

Sejak tahun 2005, ia mulai Gandrung dengan sepeda kuno.

Ia pun memiliki beberapa koleksi di rumahnya.

Bagi Asep, dengan bergabung bersama komunitas pecinta sepeda kuno, ia mendapatkan banyak manfaat selain manfaat olahraga dari kegiatan gowes keliling kota.

"Di komunitas kita bisa menjalin silaturahmi, belajar sejarah dari sepeda sepeda kuno ini dan melestarikan budaya. Jadi bukan hanya sekedar hobi saja, tapi ternyata memiliki banyak sisi positifnya," ujar Asep pada Tribunjogja.com, Sabtu (21/10/2017).

Senada diungkapkan Yusuf, selain bisa belajar sejarah melalui sepeda, kostum yang kerap dipakai para penggemar sepeda kuno ini juga bisa dijadikan sarana untuk kembali mengingat dan belajar sejarah perjuangan Indonesia zaman penjajahan.

"Biasanya banyak yang saat bersepeda menggunakan pakaian prajurit zaman perjuangan lengkap dengan aksesorisnya. Ini yang menjadi unik, kostum kostum ini memiliki sejarah tersendiri yang kadang kita lupa atau malah tidak tahu ada sejarah panjang di belakangnya," kata Yusuf. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved