Byuuhhhh! Mangga Mahathir Ungaran Ini Nyaris Sebesar Botol Jumbo Softdrink 

Ia mengirimkan sejumlah foto mangga mahathir, yang salah satunya disandingkan dengan botol jumbo minuman ringan.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: oda
Ist
Asaat Pitoyo dan buah mangga super yang ditanamnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, UNGARAN - Pohon mangga yang ditanam Haji Asaat Pitoyo SKp MKes, pendiri Yayasan Ngudi Waluyo Ungaran, dua tahun lalu, akhirnya berbuah super.

Besar dan berat buah mangga yang dihasilkan bisa bikin melongo.

Rerata berat per bijinya mendekati dua (2) kilogram. "Ini jenis mangga mahathir, bibit impor dari Malaysia," kata Asaat Pitoyo, Minggu (2/7/2017).

Ia mengirimkan sejumlah foto mangga mahathir, yang salah satunya disandingkan dengan botol jumbo minuman ringan.

Bibit pohon mangga itu dibeli dari pedagang tanaman buah di Gunungpati, Semarang. Lalu ditanam Asaat Pitoyo di kebun yang terletak di komplek kampus STIKes Ngudi Waluyo, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Pendiri Yayasan Ngudi Waluyo dan pemilik usaha maneqin kebidanan itu memang hobi berkebun dan beternak kambing serta ikan.

"Bibit mangga mahathir ini ditanam dua tahun lalu, dan memang dikenal menghasilkan buah genjah (jumbo)," katanya. 

Dua biji mangga mahathir yang dipetik dari kebun kampus STIKes Ngudi Waluyo ketika diukur menggunakan penggaris panjang hampir 30 cm. Berat ketika ditimbang masing-masing mencapai 2,975 kg.

Mangga Mahathir Ungaran.
Mangga Mahathir Ungaran. (Ist)

Pohon mangga mahathir menurut beberapa referensi dikenal bisa menghasilkan buah berukuran super besar, jauh di atas rata-rata ukuran mangga varietas lokal.

Di sebuah kebun buah di Kabupaten Malang, malah pernah ada yang mencapai bobot 4,25 kilogram.

Pohon mangga itu dimiliki Cahyaning Tri Gunastri, sarjana pertanian yang hobi memuliakan pohon-pohon buah berukuran super besar.

Kebun seluas dua hektare terletak di Jalan Angkawijaya Buton, Kelurahan Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Tanaman manga mahatir sendiri termasuk dalam tipe manga genjah. Mulai berbuah pada usia rata-rata 3-4 tahun, namun jika dirawat dengan baik tanaman bisa produktif lebih cepat, sekitar usia 1-2 tahun. 

Varietas mangga asal Kinabalu ini memiliki karakteristik unik pada bagian daunnya. Daun tanaman mangga mahatir memiliki daun yang ukurannya cukup panjang dan lebar dengan bentuk daun bergelombang, serta urat daunnya kelihatan menonjol. 

Pada bagian cabang dan rantingnya cenderung lemas menjuntai ke bawah. Dari segi perawatannya, manga mahatir termasuk mudah dan tidak memerlukan perawatan khusus.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved