Tiap Tahun, 12 Ribu Anak di DIY Rawan Putus Sekolah
Pemda DIY menganggarkan Rp 6 miliar khusus untuk mengembalikan anak rawan putus sekolah bahkan anak putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu di DIY dijamin tetap bisa melanjutkan sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Hal tersebut dkarenakan tiap tahun, Pemda DIY menganggarkan Rp 6 miliar khusus untuk mengembalikan anak rawan putus sekolah bahkan anak putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X secara tegas mengajak agar anak-anak yang belum punya ijazah SD, SMP, dan SMA agar kembali ke sekolah. Terkait biaya, Kepala Sekolah diminta untuk menagih langsung ke tingkat satu.
"Namun kendalanya kadang ada di orang tua. Mereka memilih, kalau anak perempuan akan jadi ibu rumah tangga, jadi yang dimasukkan sekolah laki-laki saja. Padahal dua-duanya kembali ke sekolah pun, pemerintah tidak ada masalah," tegasnya saat mengisi acara Ramah Tamah Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dengan Gubernur DIY, di Bangsal Kepatihan Danurejan, Kamis (18/8/2016).
Dalam kesempatan tersebut, ia menitipkan pesan kepada anggota Paskibra yang berasal dari Kabupaten dan Kota se-DIY agar mengajak anak-anak yang putus sekolah di sekitar mereka, untuk kembali melanjutkan sekolah.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa anggaran Rp 6 miliar yang diambil dari APBD tiap tahunnya, belum terserap maksimal.
Dari jumlah anggaran tersebut, tidak ada 30 persen yang terpakai. Aji menjelaskan hal itu karena kebanyakan anak usia sekolah di DIY telah bersekolah.
"Angka putus sekolah di DIY per tahun rata-rata 0.002 persen. Itu sekitar 13-20 orang. Sementara untuk angka rawan putus sekolah yang masih tinggi, ada 12.000 di seluruh Kabupaten dan Kota se-DIY," ungkapnya.
Selengkapnya, simak di halaman 13 edisi cetak Tribun Jogja, Jumat (19/8/2016). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/siswa-miskin_2804_20150429_153930.jpg)