Aman, Stok Gas Melon di Sleman Cukup Untuk Lebaran
Sleman pada Juli ini mendapat tambahan stok fakultatif gas melon sebesar 12 persen (jangka waktu sebulan) dari alokasi harian yang biasanya.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Peredaran gas elpiji kemasan 3 kilogram alias gas melon di Sleman cenderung berlebih jelang Lebaran ini. Hal tersebut dikarenakan wilayah itu sudah mengajukan penambahan stok kepada Pertamina.
Koordinator Satgas Pemantauan Lapangan Elpiji wilayah Sleman, Yos Pidihapsoro mengatakan, Sleman pada Juli ini mendapat tambahan stok fakultatif gas melon sebesar 12 persen (jangka waktu sebulan) dari alokasi harian yang biasanya hanya berjumlah 33.000 tabung.
Dari jumlah tambahan stok tersebut, separonya sudah dialokasikan untuk dua minggu pertama Juli ini atau pada masa libur Lebaran. Pihaknya memastikan stok gas melon di Sleman aman hingga H+7 Lebaran.
"Sampai saat ini belum ada laporan kekurangan stok karena kita penuhi semua dengan tambahan itu," kata pemilik agen elpiji Lentera Putra Sejahtera, Margorejo, Tempel tersebut saat dihubungi Tribun Jogja, Senin (4/7/2016).
Pihaknya pun menegaskan untuk terus melakukan pemantauan dinamika di lapangan. Baik untuk perkara ketersediaan stok gas melon di tiap pangkalan maupun harga di pasaran.
Di tingkat pangkalan, Wakil Ketua Himpunan Swasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DIY ini juga menjamin tidak ada permainan harga alias masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.500.
"Karena ini barangnya banyak, ngga ada pangkalan yang berani main-main harga. Resikonya tinggi," kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksie Pengembangan Energi, Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Sleman, Purwoko Suryatmanto mengatakan, dinas dalam hal ini juga terus berkoordinasi dengan Satgas Pengawas yang bekerja 24 jam memantau pergerakan stok gas melon di masyarakat.
Selain memantau jumlah, harganya juga selalu dipastikan supaya tidak melampaui HET. Adapun bila ditemui pangkalan kekurangan stok gas, agen akan langsung mengkoordinasikan untuk menambahkan kembali stoknya.
"Laporan terakhir, stok di lapangan katanya malah membleng-membleng (berlebih). Kalau ada penggelembungan harga, kita pasti akan pantau. Pangkalan kalau ada main juga pasti kena skorsing dari agen," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/grafis-gas-3kg_0304_20150403_183742.jpg)