Mayat Membusuk di Kamar Mandi UGM
Pelaku Pembunuhan Mahasiswi UGM Gemetar saat Diajak Becanda Temannya
Sontak, bercandaan yang dilempar Daniel membuat Agus bergetar tangannya. Raut mukanya seolah terkejut.
Penulis: gil | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelaku pembunuhan mahasiswi Geofisika UGM, Eko Agus Nugroho tangannya gemetar ketika dibencandai oleh temanya sesama petugas kebersihan pada Selasa pagi (3/5/2016), beberapa jam sebelum akhirnya ia ditangkap kepolisian.
Seorang petugas kebersihan di Fakultas MIPA UGM yang enggan disebutkan nama aslinya mengaku bertemu dengan tersangka Agus pada selasa pagi di pinggir Jalan Sains, Bulaksumur (Selatan Gedung SIC MIPA UGM).
Saat itu, pria yang mau disebut sebagai Daniel (25) memanggil Agus untuk mengobrol.
"Selasa pagi, saya bersama seorang petugas kebersihan lainnya memanggil dia kemudian saat sedang mengobrol saya ledek Agus dengan menanyakan 'kamu kan yang bunuh si Feby?" ujar Daniel kepada Tribun Jogja, Rabu (4/5/2016).
Sontak, bercandaan yang dilempar Daniel membuat Agus bergetar tangannya. Raut mukanya seolah terkejut. Namun Agus mengelak dengan mengatakan dirinya sendiri takut jika melihat mayat. Daniel pun menambahi ledekannya.
"Jangan-jangan, kamu pingin memperkosa kan? Cuma enggak jadi terus akhirnya kamu bunuh. Diberita kan dibilang ada bekas jeratannya," tutur Daniel.
Agus langsung menimpali becandaan itu dengan melemparkan pertanyaan yang menyulut kecurigaan Daniel bersama temannya tersebut.
"Agus langsung tanya, ditemukan sidik jarinya po? Nah setelah dia bilang itu, saya langsung curiga karena dia terlihat sangat khawatir dan raut mukanya terlihat serius dengan pertanyaan tersebut," ujar Daniel.
Setelah bercandaan itu, Daniel menuturkan bahwa Agus saat itu sedang mencoba untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Diceritakan, Agus membawa beberapa berkas penting seperti ijazah dan pas foto untuk melamar pekerjaan.
"Agus terlihat panik karena berkali-kali gagal menempel foto di kertas karena tangannya terus bergetar. Bahkan ketika merokok, rokok yang dipegang hampir jatuh karena tangannya bergetar hebat," tutur Daniel.
Setelahnya, Agus pamit pergi dengan muka yang memerah. Dijelaskan Daniel, Agus sudah tidak bekerja lagi sebagai petugas kebersihan di UGM.
Kontrak yang habis dan berganti perusahaan outsourcing tenaga kebersihan membuat pekerja harus mengumpulkan kembali ijazah dan berkas penting lainnya.
"Nah kita sudah mengumpulkan sebelum tengat waktu yakni hari Kamis (28/4/2016), tapi si Agus sampai hari Kamis tidak mengumpulkan. Jadi hitungannya dia sudah enggak sebagai petugas kebersihan lagi disini," terang Daniel.
Petugas kebersihan lainnya, sebut saja Yoshi (30) mengatakan Agus bertanggung jawab sebagai petugas kebersihan di lantai lima gedung S2 MIPA UGM, tidak termasuk membersihkan toilet karena sudah ada sendiri.
"Dia bilang ke petugas pembersih toilet, Mirna untuk tidak membersihkan toilet wanita di lantai lima karena rusak. Beberapa kali bilang seperti itu ke Mirna," ujar Yoshi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pelaku-febby_1_20160504_115826.jpg)