Idul Adha 1436 H

Panitia Kurban Harus Perhatikan Lokasi Penyembelihan

Hal tersebut berpengaruh pada kualitas daging yang akan dibagikan.

Penulis: ang | Editor: Muhammad Fatoni
tribunjogja/khaerurreza
suasana pemotongan hewan di masjid gede kauman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Sleman meminta panitia penyembelihan hewan kurban untuk memperhatikan lokasi penyembelihan.

Pasalnya, hal tersebut berpengaruh pada kualitas daging yang akan dibagikan.

Kabid Peternakan DPPK Sleman, Suwandi Aziz menyebutkan seringkali panitia kurban kurang memperhatikan lokasi penyembelihan. Kebanyakan lokasi penyembelihan berada dekat dengan tempat penampungan hewan kurban.

“Padahal hal ini juga dapat membuat hewan kurban stres. Ini disebabkan karena hewan kurban yang belum disembelih menjadi ketakutan,” ujarnya, Rabu (23/9/2015).

Idealnya lokasi pemotongan bebas dari asap, debu, logam berat atau bahan kimia, serta dekat dengan sumber air.

Selain itu, harus disediakan penampungan darah dengan lubang ukuran 50 cm x 50 cm dan kedalaman 40 cm atau sesuai dengan jumlah hewan kurban yang disembelih.

“Saat proses penyembelihan, petugas harus menggunakan teknik menjatuhkan sapi dengan baik agar tidak menyakiti hewan. Kami sudah mensosialisasikan tekniknya kepada masyarakat, hewan kurban terutama sapi harus dijatuhkan dengan menarik ke belakang tali yang sudah diikatkan di badan sapi. Ini disebut teknik Barley,” ujar Aziz menjelaskan.

Sementara secara terpisah, Direktur Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono mengatakan tidak hanya tempat yang harus memadai, kebersihan penyembelih pun harus diperhatikan. Petugas harus sehat, berpakaian bersih, dan tidak merokok.

“Kami menyarankan masyarakat untuk tidak menyembelih sembari merokok karena akan mencemari daging dengan aroma yang tidak sedap,” katanya.

Ia juga mengatakan masyarakat diminta untuk memeriksa organ dalam hewan kurban setelah proses penyembelihan. Jika ditemukan keganjilan pada organ tersebut, disarankan untuk segera menghubungi ahli kesehatan ternak yang melakukan pemantauan di lapangan.

“Kasus yang kerap ditemui adalah terdapat bintik-bintik atau totol pada hati yang hewan kurban yang sudah disembelih. Tanda tersebut bisa jadi merupakan indikasi adanya cacing hati pada hewan yang disembelih,” ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved