Slemania Dukung Pemain yang Beberkan Sepak Bola Gajah
Slemania memberi dukungan penuh kepada pemain yang pada Rabu (29/7/2015) kemarin membeberkan kronologi kasus sepak bola gajah
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Salah satu kelompok suporter PSS Sleman, Slemania memberi dukungan penuh kepada pemain yang pada Rabu (29/7/2015) kemarin membeberkan kronologi kasus sepak bola gajah.
Menurutnya, apa yang disampaikan pemain bisa menjadikan pelaku utamanya terungkap sekaligus awal babak baru sepakbola nasional.
Sekretaris Slemania, Sanusi mengatakan jika sedari awal pihaknya memang sudah berupaya untuk mencoba membongkar siapa pelaku utama kasus sepakbola gajah ini.
"Kita pernah melaporkan skandal internal manajemen ini kepada PSSI dan Menpora, sekarang giliran pihak berwenang yang mengusutnya," kata Sanusi, Kamis (30/7).
Soal apa yang dilakukan pemain dengan membeberkan apa yang sebenarnya terjadi tersebut menurutnya memang muncul dari niatan diri mereka sendiri.
Ia paham betul apa yang dirasakan pemain dengan balutan sanksi yang mereka terima sementara sebenarnya ada hal yang belum sepenuhnya terungkap.
Lebih jauh, Sanusi berpandangan bahwa apa yang terjadi malam kemarin akan menjadi satu momentum perbaikan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Semoga dengan bermula dari terungkapnya kasus ini akan terbuka semua masalah yang ada di tubuh sepakbola nasional agar dilakukan perbaikan," katanya.
Terpisah, Ari Wibowo dari Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) sebagai fasilitator acara Kupas Tuntas Kasus Sepakbola Gajah mengatakan jika para pemain memang berniat ingin menyampaikan hal yang sebenarnya ini kepada publik.
"Karena mereka merasa menjadi korban, sedangkan ada beberapa fakta yang belum terungkap," kata Ari.
Apa yang terjadi kemarin menurut Ari juga diharapkan akan membuat borok di dalam tubuh sepakbola selama ini menjadi terungkap.
Pasalnya Ari yang selama ini pernah mengurusi beberapa klub profesional di Indonesia mengatakan memang ada banyak hal yang harus diperbaiki jika sepakbola nasional ingin lebih baik.
Tak ketinggalan, eks Wasit ISL yang kini menyeberang ke Piala Kemerdekaan bentukan Kemenpora, Solichin juga mengamini jika sepakbola nasional akhir-akhir ini memang banyak dikotori aksi match fixing.
Ia sebagai pihak yang bersinggungan dalam sebuah pertandingan pun paham betul soal hal tersebut.
Pengalamannya, dalam memimpin sebuah pertandingan ia kerap ditawari sejumlah uang guna memenangkan tim tertentu.
"Saya pernah ditawari tapi saya menolaknya karena dengan begitu saya tak bisa menerapkan aturan di lapangan secara sebenar-benarnya, semoga pengusutan kasus ini menjadi awal sepakbola yang lebih baik," kata Solichin. (tribunjogja.com)