Start Optimal Jadi Kunci Rio Haryanto Juarai GP2 Series Austria

Lagu "Indonesia Raya" kembali berkumandang dari arena balap internasional.

Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Nourma Handito
Rio Haryanto mengangkat piala di Red Bull Ring, Spielberg, Austria. GP 2/Paolo Pellegrini 

TRIBUNJOGJA.COM - Lagu "Indonesia Raya" kembali berkumandang dari arena balap internasional. Rio Haryanto yang turun pada persaingan GP2 Series 2015 mencatat kemenangan keduanya musim ini dengan finis pertama pada balapan kedua (sprint race) Austria di Sirkuit Red Bull, Spielberg, Minggu (21/6/2015).

"Kunci kemenangan kali ini ada pada start saya yang berlangsung dengan baik. Meski demikian, balapan masih tersisa 28 lap. Saya mencoba membangun jarak di depan, namun cukup sulit karena mobil di belakang yang berjarak kurang dari satu detik selalu menggunakan DRS. Saya harus mengemudi sebaik mungkin dengan menghindari kesalahan di bawah tekanan yang besar," kata Rio, usai balapan.

Rio mengawali balapan dari posisi start kedua menyusul hasil finis ketujuh pada balapan pertama (feature race), Sabtu (20/6/2015). Pebalap kelahiran Surakarta tersebut langsung menyodok ke posisi pertama begitu start dilakukan.

Artem Markelov jadi ancaman pertama Rio. Pada lap ke-14, pebalap Russian Time tersebut memanfaatkan keuntungan Drag Reduction System (DRS) untuk menyalip Rio dari sisi dalam menuju tikungan tiga. Namun, Markelov menyenggol mobil Rio dan melebar ke gravel.

Elemen atas sayap depan kanan mobil Rio pun rusak, sementara Markelov melorot ke belakang. Rio berhasil mempertahankan posisinya.

"Saat Markelov mencoba menyalip, saya awalnya membuka jalan baginya, namun kontak tidak bisa dihindari. Sayap depan saya pun rusak dan sulit untuk melalui tikungan berkecepatan tinggi," jelas Rio.

Lepas dari serangan Markelov, Rio kemudian harus menahan tekanan dari Stoffel Vandoorne, dengan kondisi mobil yang tidak lagi sempurna. Dengan kondisi mobil yang lebih baik, Vandoorne berhasil melakukan putaran lebih cepat dari Rio.

Tekannan Vandoorne semakin berat, terutama karena pebalap Belgia tersebut bisa menggunakan fasilitas DRS di dua zona aktivasi pada setiap putaran.

Meski banyak kendala, Rio mampu membalap dengan brilian dan mempertahankan posisinya hingga finis. Ini merupakan kemenangan kedua Rio musim ini setelah finis pertama pada sprint race GP Bahrain, April lalu.

"Secara keseluruhan, saya sangat bahagia dengan hasil hari ini. Mudah-mudahan kemenangan selanjutnya datang. Terima kasih atas semua dukungan yang luar biasa," kata Rio. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved