SMK 2 Kasihan Satu-satunya Sekolah yang Laksanakan UN Online
Sedangkan sekolah lain urung melaksanakan karena sarana prasarana yang masih terbatas.
Penulis: say | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Siti Ariyanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Kasihan merupakan satu-satunya sekolah di Kabupaten Bantul yang siap menggelar Ujian Nasional (UN) secara online. Sedangkan sekolah lain urung melaksanakan karena sarana prasarana yang masih terbatas.
Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Bantul, Muhammad Ghazali menjelaskan, awalnya ada 3 sekolah yang ditunjuk untuk menyelenggarakan UN Online. Masing-masing SMA 1 Bantul, SMA 1 Kasihan dan SMK 2 Kasihan.
Namun karena keterbatasan jumlah komputer, maka hanya SMK 2 Kasihan saja yang siap. Sedangkan dua sekolah lain tidak menyanggupi uji coba UN online ini.
"Pembatalan sudah dua minggu lalu. Kita ajukan ke Ditektorat Penelitian dan Penembangan (Litbang). Kalau SMK 2 Kasihan tetap lanjut karena sarana prasarana mereka memadai," papar Ghazali, Rabu (11/2/2015).
Saat ini, rata-rata setiap sekolah hanya memiliki 40 komputer. Padahal jumlah idealnya yakni 1:3, atau 1 komputer digunakan oleh tiga siswa sehingga dapat menyelenggarakan UN online.
Selain jumlah komputer, ketersediaan jaringan internet juga menjadi kendala. Bila server hanya terkoneksi ke tingkat lokal kata Ghazali, kemudian diteruskan server berikutnya ke pusat, maka besar kemungkinan tidak akan terjadi masalah seperti lelet dan sebagainya.
Namun jika langsung ke pusat, maka ia tidak dapat menjamin apakah jawaban yang telah dipilih siswa dapat dikirim ke pusat dengan lancar atau tidak. Menurut Ghazali, pihaknya akan mencoba menggelar UN online pada tahun 2016 nanti.
Ke depan, Dikmenof bersama pihak-pihak terkait akan berupaya meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, khususnya soal komputer. Adapun UN SMA/SMK tahun ini akan digelar mulai 9 April hingga 12 April, sedangkan ujian sekolah pada 9 Maret.
"Keuntungan ujian online, sekolah lebih jujur, siswa juga benar-benar terlihat bagaimana kesiapannya. Mereka terlatih berpikir dengan cepat," paparnya. (*)