BPBD DIY Dirikan 50 Titik Pantau Siaga Bencana Cuaca Ekstrem
Sebanyak 50 titik pantau siaga bencana cuaca ekstrem didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY
Laporan Reporter Tribun Jogja Chatarina Binarsih
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 50 titik pantau siaga bencana cuaca ekstrem didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Titik pantau tersebut akan didirikan hingga 60 hari kedepan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD DIY Prasetyo Laksono mengatakan awal Januari menjadi awal tahun yang menuntut seluruh warga ekstra waspada. Ini mengingat masyarakat provinsi DIY memiliki gunung Merapi yang terakhir kali erupsi pada tahun 2010. Curah hujan yang tinggi menjadi penanda kemungkinan terjadinya banjir lahar hujan yang bukan saja terjadi di wilayah kabupaten Sleman, tapi juga bisa berdampak hingga kota Jogja dan Bantul.
"Di kabupaten Bantul curah hujan tinggi juga menjadi sinyal bencana tanah longsor meningat karakter tanah perbuktikan menoreh yang labil. Kabupaten Gunung Kidul juga tidak luput dari ancaman curah hujan tinggi yang disertai angin, acap kali membawa petaka. Untuk itu pendirian posko berada pada semua titik di Kabupaten dan Kota yang ada di DIY," kata dia di Aula Markas Kodim 0732 Sleman Kamis (17/1).
Menurut dia, tercatat hingga pertengahan bulan Januari di Kabupaten Gunungkidul terjadi terjadi bencana longsor dan tiga kali bencana angin ribut.
"Di kabupaten Bantul angin ribut juga tak kalah garang. Bahkan nyaris menelan korban jiwa saat angin kencang melanda Dlingo dan Jetis. Di Kabupaten Sleman bencana terparah terjadi pada penghujung tahun saat angin puting beliung memporak-porandakan desa Purwomartani, kecamatan Prambanan. Ratusan rumah rusak dan belasan mengalami luka," terang dia.
Mengingat cuaca yang berubah secara ekstrim, BPBD DIY merasa perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sedangkan yang tidak kalah pentingnya kepada relawan penanggulangan bencana yang tergabung dalam berbagai komunitas para relawan memegang peran penting karena mereka selalu berada di Garda depan penanggulangan bencana.(*)