Komunitas Arisan
Fuihh...Erinda Pernah Ikut 10 Kelompok Arisan Dalam Sebulan
Lebih disukai kelompok yang santai tidak basa basi
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Adrozen Ahmad
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mengenakan batik kasual hijau muda dan bercelana jins, Erinda (34), sudah terlihat santai siang itu. Ia bersama Evi (35), seorang pengusaha bengkel mobil terkenal, baru tiba di tempat mereka biasa bertemu, di ringroad utara timur perempatan Kentungan, Yogyakarta, Rabu (2/1/2011).
"Dia ini dulu sulitnya minta ampun kalau diajak bertemu, arisan mulu," ujar Evi, tentang kawannya yang ibu muda pengusaha gerai mebel dan interior di bilangan Jalan Kaliurang km. 5,8 timur perempatan Kentungan, Yogya itu.
Menanggapi komentar kawannya yang sedikit bernada seloroh itu, Erinda hanya tertawa. Ia pun mengaku bahwa beberapa bulan lalu dia sempat mengikuti arisan sejumlah 10 kelompok dalam sebulan. Setelah lama berjalan, ternyata ia merasa terlalu banyak waktu tersita.
Kini ia hanya mengikuti beberapa kelompok arisan saja. Satu di antaranya kelompok arisan salsa dan angel. "Ada dulu ikut kelompok arisan namanya infinity atau apa gitu.Semacam komunitas borju gitu, sekarang sudah enggak," kata Erinda.
Seperti halnya dengan Erinda, Rita (46), pengusaha rumah makan bebek goreng yangtempat usahanya bersebelahan dengan tempat usaha Erinda itu, punya pengalaman yang sama. Saat itu, Rita pernah ikut sebuah kelompok arisan tertentu. Namun, akhirnya ia keluar karena tidak merasa cocok dengan topik obrolan di kelompok arisan itu yang bikin dia tidak nyaman.
Rasa ketidaknyamanan yang dirasakan Rita juga berasal dari kelompok sosial tertentu yang berbeda dalam komunitas arisan itu. Rita bercerita bahwa ia pernah merasa dipandang sebelah mata karena berasal dari kelompok sosial yang berada. "Di situasi seperti itu, orang menjadi bikin kelompok dalam kelompok, sangat tidak nyaman," katanya.
Dengan demikian, baik Erinda, Rita, maupun Evi akhirnya memilih untuk ikut dua hingga tiga kelompok arisan saja. Terutama dengan jumlah anggota yang bisa dihitung dengan jari. "Kita lebih suka kelompok arisan yang santai dan tidak banyak basa-basi, apalagi ngrumpi," aku Rita.
