Kisah Mbah Mardijiyono: Usia 103 Tahun, Tunaikan Wasiat Istri Jadi Jemaah Haji Tertua DIY
Calon haji bernama Mardijiyono Karto Sentono ini rencananya akan berangkat ke Arab Saudi pada 1 Mei 2026.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Mardijiyono Karto Sentono (103), warga Bantul, menjadi calon jemaah haji tertua asal DIY tahun 2026 yang dijadwalkan berangkat pada 1 Mei.
- Ia mendaftar haji pada 2020 demi menunaikan wasiat almarhumah istrinya dan mendapat kuota prioritas lansia sehingga berangkat lebih awal.
- Meski harus memakai alat bantu jalan (*walker*) dan berangkat tanpa keluarga, ia siap fisik dan mental dengan pendampingan khusus dari petugas haji.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang lansia asal Randusari-Karanganom, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, tercatat menjadi calon jemaah haji tertua dari DIY pada tahun 2026.
Calon haji bernama Mardijiyono Karto Sentono ini rencananya akan berangkat ke Arab Saudi pada 1 Mei 2026.
Walau usianya yang sudah cukup tua yakni 103 tahun, namun itu tidak mengurangi semangatnya untuk menyempurnakan rukun Islam kelima.
Dewi Rusmala (33), cucu Mardijiyono, menjelaskan, kakeknya akan melaksanakan ibadah haji sendiri tanpa didampingi pihak keluarga.
Nantinya, Mbah Mardijiyono akan mendapatkan pendampingan khusus dari petugas haji karena usianya sudah lanjut dan mengalami gangguan pendengaran dan keterbatasan berjalan.
"Mbah kan kakinya sakit karena sempat jatuh waktu lagi di rumah anaknya yang ada di Jakarta," ucapnya, saat dijumpai di rumahnya, Jumat (17/4/2026).
Dikatakannya, Mbah Mardijiyono pernah dibawa ke dokter dan ternyata direkomendasikan menjalani pengobatan operasi.
Dikarenakan takut proses penyembuhannya berlangsung lama, pihak keluarga saat itu memutuskan untuk membawa Mbah Mardijiyono ke pengobatan alternatif.
Saat ini kondisinya sudah mulai membaik meski tetap harus menggunakan bantuan walker untuk berjalan.
Baca juga: 15 Tahun Setia Bareng Prabowo, Zulhas Tegaskan Komitmen PAN Kawal Swasembada Pangan
Wasiat Almarhumah Istri Mardijiyono
Dewi menjelaskan, keberangkatan kakeknya ke Tanah Suci ini tak lepas dari wasiat dari neneknya.
Awalnya pada akhir Desember 2019 silam, neneknya mengalami sakit.
Sebelum akhirnya berpulang, sang nenek berwasiat supaya Mbah Mardijiyono untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.
"Mbah putri enggak mau (ikut berangkat haji). Katanya Mbah Kakung saja yang berangkat. Waktu itu karena mungkin Mbah Putri sudah tidak sehat juga, sudah sakit-sakitan, tapi Mbah Kakung masih sehat," jelasnya.
Pesan dari sang itu itu akhirnya dilaksanakan oleh Mardijiyono.
| Kehadiran Embarkasi Haji Diklaim Belum Dongkrak Industri Perhotelan di Kulon Progo |
|
|---|
| 13 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penyelenggaran Haji Ilegal |
|
|---|
| Dari Embarkasi Hingga Tanah Suci, Telkomsel Hadir Temani Koneksi Jamaah Haji |
|
|---|
| Tiga Jemaah Haji Nonprosedural Hendak Keluar Negeri Lewat YIA, Berhasil Dicegah Satgas |
|
|---|
| Jangan Bingung, Ini Posko Layanan Telkomsel di Makkah dan Madinah Selama Musim Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kisah-Mbah-Mardijiyono-Usia-103-Tahun-Tunaikan-Wasiat-Istri-Jadi-Jemaah-Haji-Tertua-DIY.jpg)