Lebaran 2026

Cari Tempat Parkir Mobil dan Motor di Malioboro Jogja, Cukup Scan QR Code Ini

Bingung cari tempat parkir di Malioboro Jogja? Melalui web satlantasjogja.info, wisatawan dapat memantau tempat parkir

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/IST
QR CODE PARKIR JOGJA YOGYAKARTA 

“Alhamdulillah meskipun ada dua momentum salat Id, semuanya bisa kita laksanakan dengan baik,” tambahnya.

Komitmen juru parkir 

Sementara uitu, para juru parkir (jukir) di Kota Yogyakarta memiliki peran krusial sebagai orang pertama yang menyambut wisatawan, termasuk saat libur lebaran mendatang.

Menyadari hal itu, para jukir di Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean menyatakan komitmennya untuk memberikan layanan istimewa, tanpa embel-embel tarif selangit atau nuthuk.

Perwakilan Juru Parkir TKP Ngabean, Anton Wahyudi, menegaskan, bahwa menjamin kenyamanan pengunjung yang singgah di Kota Yogyakarta adalah harga mati. 

Baginya, tugas sebagai juru parkir bukan sekadar menata kendaraan, tapi juga mengemban amanah untuk menjaga citra kota sebagai daerah tujuan utama pariwisata di tanah air.

​"Kita ini dipasrahi tugas, ya sebisa mungkin membuat pengunjung nyaman. Kalau mereka diperlakukan spesial, pasti akan senang dan ingin datang lagi ke Yogya," ujarnya, Senin (16/3/2026).

​Langkah konkret pun diambil untuk memastikan personel di lapangan tetap profesional, dengan menekankan kedisiplinan dalam bekerja. 

Sejak awal bulan ini sterilisasi internal dilakukan ketat, di mana salah satu yang menjadi sorotan utama adalah larangan keras mengonsumsi minuman keras (miras) saat bertugas.

​"Kalau sampai ketahuan (mabuk), langsung tak keluarkan. Saya tanya mereka, nuwun sewu, kowe niat dadi preman opo dadi tukang parkir? Kalau sehat posisinya kan enak, kalau 'bau naga' itu bikin tidak nyaman pengunjung," tegasnya.

Di sisi lain, pria yang akrab disapa Pongge ini juga mengingatkan wisatawan untuk jeli membedakan TKP resmi dengan parkir liar yang sering muncul saat musim libur lebaran. 

Bukan tanpa alasan, seringkali insiden nuthuk terjadi di titik-titik ilegal, namun yang terkena imbas negatifnya justru parkir resmi layaknya TKP Ngabean.

​"Kadang ada yang buka parkir sendiri di luar, itu liar. Pernah ada kejadian tarifnya beda, dikiranya itu di Ngabean, padahal bukan. Kami selalu jelaskan ya, pelan-pelan, kepada para pengunjung," cetusnya.

Komitmen melawan nuthuk dari para jukir TPK Ngaben pun mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho. 

Menurutnya, pemerintah kota memposisikan diri sebagai "orang tua" yang tidak bosan-bosannya mengingatkan agar aktivitas parkir dijaga kredibilitasnya.

​"Harapan kami ini bukan hidup musiman, tapi benar-benar menjadi lapangan pekerjaan yang berkelanjutan. Maka, harus dijaga dan dirawat. Kadang bukan soal duitnya (tarif), tapi perilakunya yang bikin orang nggak nyaman," katanya.

Berita viral negatif

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved