Plaza Ambarrukmo Gelar Wayang Kulit 20 Jam Nonstop, Ada 20 Dalang dan 20 Sinden
Selama 20 tahun melayani masyarakat, Plaza Ambarrukmo ingin pusat perbelanjaan modern dan berbudaya.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Selama 20 tahun melayani masyarakat, Plaza Ambarrukmo ingin pusat perbelanjaan modern dan berbudaya.
- Visi itu diwujudkan dalam Swarnacitta, perayaan 2 dekade Plaza Ambarrukmo yang dibalut perayaan budaya nusantara. Salah satunya dengan pementasan wayang kulit di Roof Space Plaza Ambarrukmo, Rabu (4/3/2026).
- General Manager Plaza Ambarrukmo, Ferra Devi mengungkapkan mengusung lakon Jumenengan Ramawijaya, pementasan wayang kulit ini melibatkan 20 dalang, 20 sinden, dan 20 cerita sarat makna.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Selama 20 tahun melayani masyarakat, Plaza Ambarrukmo ingin pusat perbelanjaan modern dan berbudaya.
Visi itu diwujudkan dalam Swarnacitta, perayaan 2 dekade Plaza Ambarrukmo yang dibalut perayaan budaya Nusantara.
Salah satunya dengan pementasan wayang kulit di Roof Space Plaza Ambarrukmo, Rabu (4/3/2026).
General Manager Plaza Ambarrukmo, Ferra Devi mengungkapkan mengusung lakon Jumenengan Ramawijaya, pementasan wayang kulit ini melibatkan 20 dalang, 20 sinden, dan 20 cerita sarat makna.
"Pementasan wayang ini berlangsung selama 20 jam, mulai pukul 14.00 sampai Kamis (5/3) pukul 10.00. Dan ini juga akan dicatatkan dalam rekor MURI yaitu Pagelaran Wayang Kulit secara Nonstop Terlama di Pusat Perbelanjaan," katanya, Rabu (4/3/2026).
Menariknya, pementasan wayang kulit tersebut melibatkan dalang dan sinden cilik.
Ferra menyebut pelibatan dalang dan sinden cilik ini merupakan simbol regenerasi nilai budaya.
Ia menilai regenerasi budaya menjadi hal penting dalam melestarikan kebudayaan.
Tak sekadar tempat belanja
Menurut dia, Plaza Ambarrukmo bukan hanya tempat berbelanja, tetapi menjadi tempat untuk berkegiatan komunitas hingga ruang mengasah kreativitas, termasuk kebudayaan.
"Jadi dalang dan sinden ini memang lintas generasi, seperti kami yang menemani masarakat lintas generasi. Ini menjadi simbol regenerasi nilai budaya, dan ini harus terus dilakukan. Plaza Ambarrukmo menjadi tempat yang tepat (melestarikan budaya), karena banyak generasi muda yang datang," terangnya.
Ia menambahkan Swarnacitta diambil dari bahasa Sansekerta, Swarna berarti emas dan Citta berarti emas.
Perayaan 20 tahun ini merepresentasikan jiwa yang bernilai emas, simbol ketulusan, kehangatan, serta semangat kebersamaan dari waktu ke waktu.
Dengan perayaan 20 tahun ini, ia berharap Plaza Ambarrukmo menjadi tempat tumbuhnya kebudayaan dan terus memberikan pengalaman menarik bagi masyarakat.
"Melalui Swarnacitta, Plaza Ambarrukmo tidak hanya merayakan perjalanan 20 tahun, tetapi juga mempersembahkan ruang kebersamaan yang menyatukan budaya, kreativitas, dan generasi dalam satu perayaan jiwa yang bernilai emas,” pungkasnya. (*)
| PSIM Yogyakarta Siap Tantang Persib di Bandung, Tanpa Beban Usai Pastikan Bertahan di Super League |
|
|---|
| Bus Wisata Dilarang Masuk, Pemkot Yogya Siapkan Pangkalan Becak dan Andong di TKP Senopati |
|
|---|
| Anggota DPR RI MY Esti Wijayati Dorong Pemkab Kulon Progo Pertahankan Kampus UNY Wates |
|
|---|
| PHRI DIY Targetkan Okupansi 85 Persen pada Triwulan II 2026 |
|
|---|
| Persib Bandung vs PSIM Yogyakarta: Maung Bandung Incar Kemenangan demi Jauhi Kejaran Borneo FC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pembukaan-pagelaran-wayang-kulit-20-jam-perayaan-20-tahun-Plaza-Ambarrukmo.jpg)