Jelang Ramadan, Tim Satgas Pangan Polda DIY Bersama Bapanas Sidak Harga dan Kualitas Pangan
Pemantauan harga dan kualitas bahan pokok makanan di Yogyakarta dilakukan guna memastikan keamanan pangan menjelang bulan Ramadan.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pemantauan bahan pangan dilakukan di Pasar Beringharjo dan swalayan di Kota Yogyakarta jelang bulan Ramadan
- Para spekulan ataupun distributor untuk diharapkan tidak memainkan harga serta menimbun bahan pokok yang dijual di pasaran.
- Pihak kepolisian akan memberikan sanksi tegas apabila terdapat para spekulan yang terbukti menimbun dan memainkan harga bahan pokok makanan.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Tim Satgas Saber harga, mutu dan keamanan pangan Ditreskrimsus Polda DIY menggelar sidak di Pasar Beringharjo, dan salah satu pasar swalayan di Kota Yogyakarta, Kamis (5/2/2026).
Mereka melakukan pemantauan harga dan kualitas bahan pokok makanan guna memastikan keamanan pangan menjelang bulan Ramadan.
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, mengatakan terdapat 14 komoditas bahan pokok yang dipantau.
"Alhamdulillah, dari pantauan yang kita lakukan terhadap 14 Komoditas yang dipantau, itu secara keseluruhan masih mengacu pada ketentuan HIT dan HAP (Harga Acuan Pemerintah)," katanya, kepada awak media.
Pihaknya berharap seluruh pedagang dapat terus mempertahankan harga stabil di Provinsi DIY.
Dirreskrimsus Polda DIY sekaligus Kasatgas Pangan DIY, Kombes Pol Tri Panungko, menyampaikan sejumlah bahan pokok telah dipantau di antaranya daging, ayam potong, beras, gula, minyak goreng, telur, bawang cabai dan lainnya.
"Sehingga harga-harga ini tentunya kami harapkan tidak akan melebihi dari harga eceran maupun harga acuan," jelasnya.
Baca juga: Ramadan di Kampus UGM 2026: Bakal Ada Menteri Agama, Menkeu Purbaya hingga Menko AHY
Siapkan Sanksi
Panungko juga menegaskan kepada para spekulan ataupun distributor untuk tidak memainkan harga serta menimbun bahan pokok yang dijual di pasaran.
"Kami juga di sini memberikan pantauan sekaligus peringatan. Jadi jangan sampai ada spekulan-spekulan yang nanti akan memainkan harga terhadap kebutuhan-kebutuhan Komoditas Pangan ini maupun menimbun," tegas Tri Panungko.
Dia menyampaikan pihak kepolisian akan memberikan sanksi tegas apabila terdapat para spekulan yang terbukti menimbun dan memainkan harga bahan pokok makanan.
Tim Satgas Pangan sendiri akan bekerja melakukan pemantauan harga selama 40 hari kedepan.
"Kami akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku," tegasnya.
Sementara salah satu pedagang bawang Pasar Beringjarjo, Yuyuk, menjelaskan beberapa hari terakhir sudah mulai ada kenaikan harga bawang merah dan bawang putih.
"Naik terus dari kemarin karena barangnya gak ada cuma dikit, karena hujan terus to," ujarnya.
Dia menyampaikan harga bawang merah bervariatif mulai dari Rp28 ribu per kilo untuk ukuran kecil, Rp37 ribu per kilo untuk ukuran sedang dan Rp40 ribu per kilo untuk bawang merah ukuran besar.
Selain di Pasar Beringharjo, tim Satgas dan Bapanas juga melakukan pemantauan harga dan kualitas di pasar swalayan. (*)
| Perumahan Komersil di Yogyakarta Menjamur, Kawasan Sidoarum Jadi Ruang Strategis |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Kalah dari Persib Bandung, Van Gastel: Kami Memulai Laga dengan Buruk |
|
|---|
| JNE Gelar Creative Workshop 'Think Creative' di UII Yogyakarta |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Takluk dari Persib Bandung, Puasa Kemenangan Laskar Mataram Berlanjut |
|
|---|
| Teka-teki Pemilik Daycare Little Aresha Terungkap, Polisi Dalami 17 Saksi Pengasuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Peninjauan-bahan-pangan-di-Pasar-Beringharjo-522026.jpg)