Dikunjungi 5 Juta Wisatawan Sepanjang 2025, Teras Malioboro Catatkan Omzet Rp78 Miliar
Sepanjang tahun 2025 lalu, para pedagang yang beraktivitas di Teras Malioboro mencatatkan capaian performa ekonomi yang fantastis.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Penataan Sumbu Filosofi mendorong lonjakan ekonomi UMKM Teras Malioboro dengan omzet 2025 mencapai Rp78,3 miliar, naik Rp56,3 miliar dibanding 2024, ditopang 5,29 juta kunjungan wisatawan.
- Teras Malioboro berkembang menjadi pusat ekonomi sekaligus literasi budaya, didukung daya tarik Teras Beskalan dan Ketandan.
- Kepuasan tenant dan masyarakat tinggi (di atas 88 persen), Pemda DIY berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan menuju 2026.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penataan kawasan Sumbu Filosofi tidak hanya berimbas pada estetika kota, namun juga berbuah manis bagi kantong pelaku UMKM di Teras Malioboro, Kota Yogyakarta.
Sepanjang tahun 2025 lalu, para pedagang yang beraktivitas di Teras Malioboro mencatatkan capaian performa ekonomi yang fantastis.
Berdasarkan data terbaru, total omzet tenant di Teras Malioboro, setelah penggabungan lokasi Eks Indra, Ketandan, dan Beskalan, berhasil menembus angka Rp78,3 miliar.
Angka tersebut, menunjukkan lonjakan luar biasa sebesar Rp56,3 miliar jika dibandingkan dengan tahun 2024, yang kala itu tercatat di angka Rp22,4 miliar.
Peningkatan lebih dari dua kali lipat ini menjadi bukti bahwa ekosistem baru yang dibangun Pemda DIY bagi para mantan pedagang kaki lima (PKL) Malioboro mulai menunjukkan taringnya.
Moncernya omzet pun tak dapat dilepaskan dari tingginya arus kunjungan sebanyak 5.296.328 orang ke Teras Malioboro sepanjang 2025 lalu.
Kehadiran Teras Beskalan dengan amphitheater-nya, serta Teras Ketandan yang kental dengan nuansa pecinan dan sejarah Tan Jin Sing, menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, mengungkapkan, bahwa Teras Malioboro kini telah bertransformasi dari sekadar tempat relokasi menjadi pusat literasi budaya.
"Tantangan ke depan adalah menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi, penguatan kapasitas tenant, dan penyelenggaraan kegiatan budaya. Teras Malioboro bukan hanya pusat oleh-oleh, tapi ruang pengalaman budaya Yogyakarta," ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Baca juga: KPK Gelar OTT di Jakarta Utara, Wajib Pajak dan Pegawai Pajak Ditangkap, Barang Bukti Ratusan Juta
Namun, sebagai informasi, di balik torehan omzet yang menyentuh miliaran rupiah tersebut, terdapat upaya penguatan kapasitas pedagang yang masif.
Hingga tahun 2025, sebanyak 1.380 tenant atau sekitar 70,26 persen dari total keseluruhan, telah mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari strategi permodalan hingga manajemen keuangan jangka panjang.
Selain itu, aspek legalitas juga diperkuat dengan fasilitasi penerbitan 1.365 Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga komitmen pada kualitas layanan yang membuahkan hasil berupa Sertifikasi ISO 9001:2015 dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Kepala Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY, Wisnu Hermawan, menandaskan, bahwa pencapaian ini menjadi sebuah langkah awal yang apik.
Sehingga, pihaknya bisa fokus memastikan agar pertumbuhan ekonomi ini merata, tidak hanya di area depan, tapi hingga ke lantai atas dan area belakang.
| Insiden Kuda Andong Wisata Jatuh saat Libur Nataru di Kawasan Malioboro, Ini Cerita Pengawas |
|
|---|
| Sekda DIY Soroti Masalah Parkir Liar Jadi Keluhan Utama Wisatawan selama Libur Nataru di Yogyakarta |
|
|---|
| Hampir 500.000 Wisatawan Padati Tugu hingga Malioboro pada Malam Tahun Baru |
|
|---|
| Kusir Andong Wisata di Malioboro Sebut Ada Kenaikan Penumpang Saat Libur Nataru |
|
|---|
| Viral Petugas Dishub Bersitegang dengan Oknum Jukir di Maliobro, Ini Penjelasan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dikunjungi-5-Juta-Wisatawan-Sepanjang-2025-Teras-Malioboro-Catatkan-Omzet-Rp78-Miliar.jpg)