Groundbreaking CMU Tandai Implementasi Transformasi Layanan Kesehatan Berkelanjutan

Pembangunan Gedung CMU tersebut merupakan bagian dari transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan.

Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
PEMBANGUNAN: Groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr. Sardjito, Kamis (8/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pembangunan Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito dimulai. 
  • Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan transformasi kesehatan diperlukan agar masyarakat mendapatkan akses yang mudah, fasilitas bagus, dan harga terjangkau.
  • Dengan fokus pada pasien, diharapkan masyarakat lebih memilih berobat di dalam negeri dari pada ke luar negeri
  • Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp 917,97 miliar untuk pembangunan gedung CMU tersebut.

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menandai dimulainya pembangunan Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito.

Pembangunan Gedung CMU tersebut merupakan bagian dari transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan transformasi kesehatan diperlukan agar masyarakat mendapatkan akses yang mudah, fasilitas bagus, dan harga terjangkau.

Perencanaan pembangunan RS

Ia menyoroti soal perencanaan pembangunan rumah sakit Kementerian Kesehatan. Menurut dia, perencanaan pembangunan rumah sakit tidak rapi dan tumpang-tindih. Berbeda dengan rumah sakit di luar negeri yang lebih tertata.

“Jadi tahun 2022 akhir, kita minta ada masterplan yang tidak boleh diubah selama saya jadi menteri. Dan semua harus mengikuti masterplan itu. Dan Sardjito itu masterplan-nya yang pertama kali jadi dan saya setujui,” katanya saat groundbreaking CMU di RSUP Dr. Sardjito, Kamis (8/1/2026).

Budi menyebut nantinya ada pengurangan jumlah gedung, dari 32 menjadi 9. Dari 9 gedung tersebut, 7 gedung akan dimanfaatkan untuk pelayanan, sementara 2 lainnya sebagai kantor. 

“Tapi dengan pengurangan jumlah gedung, bukan mengurangi fasilitas. Malah fasilitasnya naik 2 sampai 3 kali lipat. Lahan hijaunya lebih bagus. Rencana transformasi Rumah Sakit Sardjito ini kita akan coba usahakan selesai di 2029. Sehingga sebelum masanya Presiden Prabowo habis bisa meresmikanlah, sudah agak lengkap. Perlu ada percepatan,” sambungnya.

Transformasi kesehatan juga diperlukan, agar masyarakat lebih memilih berobat di dalam negeri. Menurut dia, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri. 

Ia menilai berobat ke luar negeri menjadi opsi bukan karena fasilitas dan harga, melainkan rasa nyaman, mendapat waktu yang cukup untuk konsultasi, merasa dimanusiakan sebagai pasien, dan percaya akan mendapat perawatan terbaik.

RS fokus pasien

Itulah sebabnya, ia ingin rumah sakit di Indonesia, termasuk RSUP Dr. Sardjito juga berfokus pada pasien. 

“Selain membangun sarana prasarana, penting juga membangun kemampuan tenaga medis, tenaga kesehatan, dokter-dokter. Bukan hanya menambah jumlah, tetapi kemampuan medis dan nonmedis. Karena masyarakat butuh dokter yang komunikasinya baik, empatinya baik, untuk membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUP Dr. Sardjito, Erniarti menjelaskan gedung CMU dibangun di atas lahan seluas 10.043,77 meter persegi ini terdiri dari 13 lantai dan dua basement. 

Gedung CMU ini akan menjadi pusat integrasi layanan medic terpadu, yang menyatukan pelayanan rawat darurat, ICU, ICCU jantung, kamar operasi, cath-lab, hingga layanan penunjang lainnya.

“Groundbreaking CMU ini menjadi tahapan pertama dari implementasi masterplan pembangunan RSUP Dr.Sardjito. Ini bukan hanya menandai pembangunan fisik gedung, tetapi menjadi simbol transformasi layanan kesehatan berkelanjutan di Indonesia,” jelasnya.

Anggaran

Menelan anggaran Rp 917,97 miliar, nantinya pembangunan gedung CMU akan menambah jumlah kamar dari 942 menjadi 1.189.

“Pembangunan ini adalah komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan berkelas dunia, yang berpijak pada budaya nusantara, inovatif, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menambahkan CMU merupakan pusat orkestrasi layanan klinis dan operasional rumah sakit masa depan. 

Gedung ini mengintegrasikan layanan gawat darurat, perawatan intensif, ruang operasi, diagnostik canggih, hingga layanan berbasis digital dan komunitas, dalam satu alur yang utuh dan berkesinambungan. 

“Pendekatan ini, resonan dengan model rumah sakit masa depan, yang menekankan integrasi lintas layanan, keselamatan pasien, dan kesinambungan perawatan sebagai satu kesatuan sistem,” imbuhnya.

Sultan berharap CMU RSUP Dr. Sardjito menjadi poros pelayanan kesehatan masa depan, tidak hanya bagi wilayah selatan Jawa, tetapi juga bagi Indonesia. 

“Kehadirannya, bukan semata sebagai pusat rujukan klinis berteknologi tinggi. Melainkan sebagai teladan peradaban pelayanan kesehatan, yang memadukan kemajuan ilmu pengetahuan, dengan keluhuran nilai kemanusiaan,” pungkasnya. (maw)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved