Arus Lalin Menuju Kawasan Malioboro Masih Landai pada Hari Pertama Operasi Lilin Progo 2025

Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat melaju lancar dari arah Jalan Mataram dan Jalan Abu Bakar Ali ke Jalan Malioboro

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Dewi Rukmini
Suasana arus lalu lintas di Jalan Abu Bakar Ali menuju kawasan Malioboro Kota Yogtakarta pada Sabtu (20/12/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arus lalu lintas di Jalan Abu Bakar Ali menuju kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, terpantau landai pada hari pertama Operasi Lilin Progo 2025 atau Sabtu (20/12/2025). 

Pantauan Tribun Jogja sekitar pukul 16.32 WIB, tidak terjadi antrean kendaraan menuju Jalan Malioboro. Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat melaju lancar dari arah Jalan Mataram dan Jalan Abu Bakar Ali ke Jalan Malioboro maupun Jalan Pasar Kembang.

Kepala Pos Terpadu (Kapospam) Pelayanan Perayaan Nataru Polresta Yogyakarta di Jalan Abu Bakar Ali, Iptu Winaryanto, membenarkan bahwa arus lalu lintas menuju kawasan Malioboro masih landai pada hari pertama Operasi Lilin Progo di Kota Yogyakarta. 

"Belum ada peningkatan arus yang signifikan, jadi terpantau masih landai-landai saja," ucapnya kepada Tribun Jogja, Sabtu (20/12/2025). 

Kendaraan yang melintas di kawasan itu terpantau sebagian besar memiliki plat lokal. Kendati demikian, ia memantau sebagian kendaraan dari luar daerah mulai memasuki wilayah Kota Yogyakarta dengan tujuan berlibur ke Malioboro dan sekitarnya. 

"Masih mirip-mirip sama hari biasa. Mungkin mulai Malam hari baru ada peningkatan karena yang wisawatan dari luar daerah mau menghabiskan waktu malam hari di Malioboro, mungkin," ujarnya.

Untuk jenis kendaraan yang melintas dikatakan tidak hanya sepeda motor dan mobil pribadi. Namun, sejumlah armada bus pariwisata juga disebut sudah mulai berdatangan ke hotel-hotel di sekitar Malioboro

"Prediksinya kemungkinan menjelang tahun baru akan semakin padat, karena bertepatan dengan liburan. Kemungkinan di malam tahun baru akan menjadi puncaknya," kata dia.

Pihak kepolisian pun sudah melakukan upaya antisipasi peningkatan mobilitas masyarakat terutama jelang Nataru. Dijelaskan rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan dari Jalan Solo di perbatasan memasuki wilayah DIY. Yakni mengarahkan kendaraan bus-bus pariwisata langsung ke tempat wisata tanpa memasuki wilayah kota. 

"Jadi untuk antisipasi kemacetan dilakukan penyekatan dengan rekayasa lalu lintas sebelum masuk wilayah kota. Selain itu, kami juga antisipasi supaya tidak ada yang parkir di bahu jalan, agar tak terjadi kemacetan," tandasnya. (drm)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved