Pemkab Pastikan Even Sleman Temple Run 2026 Tetap Digelar

even lari internasional lintas alam di Bumi Sembada ini sebelumnya sempat dikabarkan batal di tahun depan karena ketiadaan anggaran.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Dok. Pemkab Sleman
ILUSTRASI LARI - Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Danang Maharsa, saat mengikuti evan Sleman Temple Run (STR) tahun 2025, di kawasan wisata Candi Banyunibo, Prambanan pada Minggu (10/8/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Edy Winarya mengatakan dorongan dari masyarakat dan penilaian terhadap even lari Sleman Temple Run dianggap mampu memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Sleman, sehingga even tersebut akhirnya tahun depan tetap dilaksanakan.
  • Even internasional ini dianggap mampu menambah okupansi dan kunjungan wisatawan yang datang ke Kabupaten Sleman

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan Sleman Temple Run (STR) tahun 2026 tetap dilaksanakan. Pelaksanaan even lari internasional lintas alam di Bumi Sembada ini sebelumnya sempat dikabarkan batal di tahun depan karena ketiadaan anggaran. 

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Edy Winarya mengatakan, keputusan awal penghapusan even STR tahun depan bermula dari kebijakan efisiensi anggaran. Akan tetapi, dorongan dari masyarakat dan penilaian terhadap even lari ini dianggap mampu memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Sleman, maka atas kebijakan pimpinan, even tersebut akhirnya tahun depan tetap dilaksanakan. 

"Apalagi STR ini kan unik, bukan even lari biasa. Ini untuk mempromosikan heritage di Sleman dan sudah punya peminatnya sendiri. Jadi atas arahan pimpinan, even ini akan tetap dilaksanakan," kata Edy, Senin (8/12/2025). 

Atas arahan pimpinan dan dengan mempertimbangkan saran masukan dari masyarakat, even ini akhirnya dipertahankan. Menurut Edy, STR sebenarnya juga sudah masuk rencana kerja tahun 2026. Even ini menggabungkan olahraga dan pariwisata. Dalam pelaksanaannya, mengajak para peserta, dari wisatawan lokal maupun mancanegara berlari melintasi situs-situs candi bersejarah dan keindahan alam perbukitan di Kabupaten Sleman

Tambah okupansi

Pertimbangan lain, even internasional ini dianggap mampu menambah okupansi dan kunjungan wisatawan yang datang ke Kabupaten Sleman. Edy mencontohkan, tiga hari sebelum pelaksanaan para peserta terutama dari luar negeri, biasanya sudah hadir ke Sleman karena harus mengikuti teknikal meeting. 

"Inilah yang akhirnya hotel di Sleman penuh, kunjungan wisatawan naik. Ada spending money karena wisatawan mengeluarkan uang buat belanja. Prinsipnya itu, mengapa tetap akan dilaksanakan," jelas dia. 

Terkait teknis pelaksanaan, Edy menjelaskan, selama ini Dispar Sleman bekerja sama dengan Trail Runners Yogyakarta (TRY) sebagai mitra penyelenggara STR. Pihak ketiga ini yang melakukan pengelolaan pemasukan tiket dan sponsor. Dispar hanya memberi dukungan sebagian biaya dari keseluruhan penyelenggaraan STR.

Uang pendaftaran dan sponsor sepenuhnya dikelola oleh pihak ketiga untuk pelaksanaan even dan memfasilitasi para peserta. Sebab, dalam penyelenggaraan even, Pemerintah tidak diperbolehkan mencari sponsor. 

"Pemerintah tidak boleh mencari sponsor. Yang jalan mencari sponsor ya pihak ketiga, kami tidak menerima apa-apa," jelas Edy. 

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, STR merupakan even lari di Kabupaten Sleman yang diterima oleh masyarakat luas. Karena itu, even internasional ini tetap harus dipertahankan agar program tetap berkelanjutan, apalagi STR mempunyai tujuan yang baik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tetap akan menggelar even ini tahun depan, meskipun anggarannya harus berkolaborasi dengan pihak ketiga. Tapi yang penting tetap dijalankan. 

"Kalau saya kan memutuskan agenda itu berkaitan dengan tujuan. Yang penting program itu berkelanjutan, itu wajib," kata dia.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved