Proses Pengerjaan Jembatan Darurat di Sriharjo Bantul Hampir Rampung
Pembuatan jembatan darurat di lokasi tersebut hampir selesai, sedangkan penanganan jalan longsor sekitar 25-an persen.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Proses pengerjaan jalan darurat di Srikeminut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul dilaporkan hampir selesai
- Penanganan jembatan darurat dari bambu di Srikeminut dimungkinkan bakal rampung dibangun pada Minggu ini.
- Sementara penanganan jalan longsor dengan bronjong berjalan sekitar 25-an persen
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Proses pengerjaan jalan darurat di Srikeminut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, masih terus berlangsung.
Pembuatan jembatan darurat di lokasi tersebut hampir selesai, sedangkan penanganan jalan longsor sekitar 25-an persen.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, berujar untuk penanganan jembatan darurat dari bambu di Srikeminut sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.
Dimungkinkan, jembatan darurat itu rampung dibangun pada Minggu ini.
"Untuk penanganan jalan longsor dengan bronjong itu sekitar 25-an persen. Karena, target penanganan jalan tersebut rampung sekitar tanggal 23-25 Desember 2025," ucap dia, kepada awak media di sela-sela tugasnya, Senin (8/12/2025).
Dikatakannya, penanganan jalan longsor itu untuk menimalisasi longsor susulan.
Maka dari itu, dilengkapi sekitar 800 bronjong, agar konstruksi lebih kokoh dari sebelumnya.
Bahkan, terdapat empat ekskavator untuk membelah aliran Sungai Oya, menata, dan membenahi fondasi akses warga setempat.
"Tergetnya sih kalau penanganan darurat selesai bisa dilewati oleh masyarakat meskipun masih terbatas. Karena yang jembatan darurat itu kan bisa untuk kendaraan sepeda motor, sedangkan mobil tetap lewat jembatan besar di Selopamioro," jelas dia.
Baca juga: Bupati Bantul Pastikan Pengerjaan Jalan Darurat Srikeminut Berjalan Optimal
Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah, menyampaikan, penanganan darurat itu masih berlangsung sampai saat ini, sehingga ekskavator masih berada di lokasi jalan putus dan longsor.
Sebab, jalan longsor juga ditangani darurat untuk mengantisipasi longsor susulan maupun erosi.
"Penanganan yang di situ kan lama. Butuh waktu 21 hari. Maka, selama penanganan itu, Pemkab Bantul membuat jembatan darurat bambu dan itu masih berproses bahkan hampir selesai," ucap Titik.
Lebih lanjut, masyarakat Padukuhan Wunut dan Sompok masih menggunakan akses jalan darurat warga yang berbatasan langsung dengan jalan putus dan longsor.
Akses itu dipergunakan sampai jambatan darurat Pemkab Bantul rampung digarap.
"Sejauh ini, di lokasi itu aman dan tidak terjadi apa-apa. Pihaknya berharap, selama 21 hari ke depan jembatan di lokasi jalan putus dan longsor dapat tertangani dengan aman," pintanya.(*)
| Sampah Plastik di Bantul Kini Diolah dan Disulap Jadi Bahan Bakar Petasol |
|
|---|
| Dukung IKM Kulit Naik Kelas, Disperindag DIY Gelar Temu Kemitraan dan Pameran di NKJ Bantul |
|
|---|
| Mimbar Legislasi: Dukung SPMB 2026, Subhan Nawwawi Berharap Mutu Pendidikan di Bantul Makin Merata |
|
|---|
| Dapur Rumah Warga di Bantul Terbakar, Diduga Akibat Aktivitas Pembakaran Sampah |
|
|---|
| DLH Bantul Sebut Pembuang Sampah di Lahan Warga Selopamioro Diduga dari Luar Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Puluhan-Siswa-Sriharjo-Imogiri-Terdampak-Longsor-14-di-antaranya-Belajar-Secara-Daring.jpg)