Skak Studios Kolaborasi dengan Hyprshow dan Hompimpa Animworks

Kolaborasi ini bukan sekadar pendanaan, melainkan untuk membangun model investasi Intellectual Property (IP) lokal yang berkelanjutan. 

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Santo Ari
Kolaborasi Skak Studios yang dimiliki aktor dan komedian Bayu Skak dengan Hompimpa Animworks di JAFF Market 2025 

Kerja sama jangka panjang tersebut dimulai melalui proyek film Expedisi, yang memasuki masa produksi pada April 2026.

Film ini mengisahkan sekelompok mahasiswa yang mencari uang tambahan dengan mengambil pekerjaan foto pre-wedding di tengah hutan. 

Namun tanpa sengaja, mereka masuk ke dimensi lain tempat monster kuno terbangun dari tidurnya selama ribuan tahun. 

Hypr, platform pendanaan berbasis blockchain (Web3) yang menghadirkan peluang investasi bisnis melalui mekanisme fractional ownership yang dirancang bagi investor global, baik individu maupun institusi, untuk memiliki sebagian kepemilikan dari brand dengan performa terbukti dan potensi ekspansi.

Film Animasi

Tak berhenti di eksplorasi film horor komedi, Skak Studios juga menghadirkan film animasi berjudul Foufo.

Dengan latar cerita yang unik, Foufo mencoba meramu fiksi ilmiah dengan realitas sosial dan budaya lokal, menghadirkan sebuah karya yang segar sekaligus sarat makna.

Cerita Foufo berawal dari sebuah pesawat luar angkasa futuristik yang mendarat di pinggiran Pulau Madura.

Seorang pemuda lokal yang tengah merintis usaha melihat peluang untuk menjual besi dari pesawat tersebut demi menambah modal bisnisnya. 

Dari titik ini, kisah berkembang menjadi pertemuan antara dunia fiksi ilmiah dengan kehidupan nyata masyarakat Madura. 

Film ini disutradarai oleh Bayu Skak bersama Dono Pradana, diproduksi oleh Skak Studios dan SinemArt. 

Gaya penceritaan khas Bayu Skak tetap terasa: humor yang membumi, kehangatan keluarga, serta kritik sosial yang dikemas ringan namun bermakna. 

Keunikan lain yang membuat film ini menonjol adalah penggunaan bahasa Madura sebagai bahasa utama, memperkuat nuansa lokal dan autentisitas cerita.

Baca juga: Reza Rahadian, Dian Sastro, Eva Celia, Christine Hakim Bintangi Laut Bercerita Versi Layar Lebar

Lebih dari sekadar kisah tentang alien, Foufo adalah refleksi tentang bagaimana masyarakat lokal merespons hal-hal asing dalam kehidupan mereka. 

Dengan latar Madura yang jarang diangkat dalam film animasi, karya ini menjadi bentuk representasi budaya yang penting sekaligus menyegarkan bagi industri film Indonesia.

Film ini juga menjadi hasil kolaborasi strategis antara Skak Studios dan Hompimpa Animworks, studio animasi 3D asal Indonesia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved