Pemkab Sleman Uji Lab soal Senyawa Nitrit yang Disebut Jadi Biang Kerok Keracunan MBG

uji laboratorium menindaklanjuti kasus keracunan MBG di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Sleman, yang BGN dikatakan akibat nitrit

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
Ilustrasi MBG 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Sleman berencana melakukan uji laboratorium, untuk mengetahui kandungan nitrit pada bahan baku pangan pada MBG.
  • Rencana tersebut menindaklanjuti kasus keracunan MBG yang oleh BGN dikatakan akibat tingginya kandungan nitrit.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana melakukan uji laboratorium, untuk mengetahui kandungan nitrit pada bahan baku pangan. 

Hal ini menindaklanjuti kasus keracunan pangan (kerpang) pada menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Sleman, yang oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dikatakan akibat tingginya kandungan nitrit. 

Plt. Kepala Dinas Pertanian Pangan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto mengatakan, pada hari Rabu (26/11) lalu, melalui bidang holtikultura dan perkebunan pihaknya telah mengambil sampel bahan pangan, untuk kebutuhan uji kandungan nitrat dan nitrit.

Namun, beberapa laboratorium pangan di Yogyakarta yang dihubungi ternyata belum bisa untuk menguji kandungan senyawa kimia yang terkandung di dalam produk sayuran. 

"Kami ambil sampel dan sudah menghubungi beberapa lab pangan. Di UGM, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) DIY, dan BPTPH (Laboratorium Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura), belum bisa kalau untuk uji nitrat dan nitrit pada produk sayuran," katanya, Jumat (28/11/2025). 

Sampel ulang

menguji kandungan nitrat dan nitrit pada produk sayuran, diarahkan untuk melakukan pengujian di Laboratorium Sucofindo, perusahaan BUMN di Bogor. 

Saat ini pihaknya sedang proses untuk pengambilan ulang sampel. Sebab sampel sayuran yang sebelumnya telah diambil bersifat mudah rusak. 

Sampel sayuran rencananya diambil dari produksi hasil pertanian di Bumi Sembada. 

"Baik melalui petani langsung maupun titik kumpul sayuran," terang dia. 

Uji kandungan bahan kimia pada komoditas pangan sebenarnya juga telah dilakukan DP3 Sleman sejak Agustus 2025.

Namun uji kandungan ini fokus pada residu pestisida bahan segar yang jadi bahan baku menu MBG di lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sejumlah bahan seperti buah, sayur, beras, bawang merah dan bawang putih menunjukkan kadar yang aman. 

Bupati Sleman Harda Kiswaya saat disinggung soal senyawa nitrit meminta ada pembuktian atas klaim kandungan kimia tersebut pada komoditas pertanian asal Kabupaten Sleman lewat uji laboratorium. Hal ini agar ada kepastiaan soal itu. 

"Saya tidak ingin memberi tanggapan (soal klaim itu). Silakan uji laboratorium untuk memastikan kandungan nitrit itu,” kata Harda.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved