Menuju Malam Puncak Dimas Diajeng DIY 2025, Yogyakarta Sambut Duta Wisata Baru

Penilaian tidak hanya bertumpu pada penampilan fisik, tetapi juga pada kemampuan komunikasi, pengetahuan pariwisata, dan kepribadian.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Santo Ari
Finalis Dimas Diajeng dari lima kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 30 finalis Dimas Diajeng dari lima kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta tengah bersiap menuju malam puncak pemilihan Dimas Diajeng DIY 2025 yang akan digelar Sabtu, 25 Oktober, di Indraprasta Ballroom, Sahid Raya Hotel & Convention.

Ajang dua tahunan ini bukan sekadar kontes kecantikan dan ketampanan, melainkan ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam mempromosikan pariwisata daerah.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menegaskan bahwa pemilihan Dimas Diajeng memiliki arti strategis di tengah upaya kebangkitan sektor pariwisata pascapandemi.

Menurutnya, Yogyakarta kini berada pada fase perjuangan untuk mengembalikan masa keemasan kunjungan wisatawan mancanegara.

“DIY tidak seperti di tahun 1995-1996, pada saat itu adalah era masa jayanya kedatangan wisatawan mancanegara, di man angka kunjungan mencapai 1 juta. Sekarang, kita harus berjuang untuk meraih angka itu lagi. Tahun 2024 tercatat 256 ribu wisatawan mancanegara datang ke Yogyakarta,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).

Meski angka tersebut masih jauh dari puncak kejayaan masa lalu, Imam optimistis potensi wisata Yogyakarta terus meningkat.

Ia menilai dukungan infrastruktur yang sudah memadai, seperti keberadaan Bandara YIA, harus diimbangi dengan promosi kreatif dan kolaboratif.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu, kami melibatkan semua pelaku pariwisata, termasuk anak muda yang potensinya luar biasa. Sayang sekali kalau potensi ini tidak dioptimalkan. Pemilihan Dimas Diajeng menjadi salah satu wujud kerja sama itu,” jelasnya.

Ajang ini menyeleksi 15 pasangan finalis yang telah menjalani berbagai pembekalan sejak Agustus, mulai dari pelatihan kepribadian, public speaking, hingga wawasan kebudayaan.

Penilaian tidak hanya bertumpu pada penampilan fisik, tetapi juga pada kemampuan komunikasi, pengetahuan pariwisata, dan kepribadian.

Salah satu finalis, Fadil, Dimas asal Kota Yogyakarta, menuturkan bahwa ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal dan memperkenalkan potensi daerahnya masing-masing. 

“Selempang yang kami pakai bukan sekadar jabatan, tapi tanggung jawab yang kami miliki. Kami ingin menjadi penggerak pariwisata, bukan hanya mewakili kawula muda, tetapi juga masyarakat DIY,” katanya.

Ia menambahkan, semangat seluruh peserta berawal dari niat yang sama untuk memajukan pariwisata daerah. 

“Banyak sekali budaya dan destinasi di setiap kabupaten dan kota. Di sini kami menyatukan tekad untuk membawa nama Yogyakarta lebih dikenal lagi,” ujarnya.

Melalui para Dimas Diajeng terpilih nanti, Dinas Pariwisata berharap promosi pariwisata Yogyakarta dapat menjangkau lebih luas, terutama di kalangan anak muda yang menjadi segmen terbesar wisatawan. 

Imam menutup, bahwa tugas dimas diajeng terbilang berat, bukan hanya memperkenalkan pariwisata DIY, tapi juga memastikan wisatawan mancanegara kembali datang sehingga devisa negara juga semakin meningkat.(*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved