Harga Telur Ayam di Sleman Naik, Paling Mahal Mencapai Rp 31.000 per Kg 

Pedagang di Pasar Cebongan, Madiyah, menyebut harga telur naik menjadi Rp 31.000, dari sebelumnya Rp 30.000.

Tayang:
Tribunjogja.com/Gaya Lufityanti
Ilustrasi telur ayam 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SEMAN - Harga telur di Sleman naik, paling mahal mencapai hingga Rp 31.000 per kilogram. 

Pedagang di Pasar Cebongan, Madiyah, menyebut harga telur naik menjadi Rp 31.000, dari sebelumnya Rp 30.000.

Kenaikan harga ini sudah terjadi sekitar dua pekan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditengarai menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga telur ayam.

“Iya, mungkin karena program MBG juga. Memang sejak MBG itu, harganya naik-naik terus,” ujarnya.

Tingginya harga telur membuat penjualannya juga menurun.

Jika biasanya satu peti yang berisi 15 kilogram bisa habis dalam 1 hingga 2 hari, kini paling tidak membutuhkan waktu 3 hari.

Pedagang lainnya, Maryati, mengatakan ia menjual telur sekitar Rp30.000 per kilogramnya.

Ia memilih memilih membatasi stok karena harga yang relatif tinggi.

“Harganya sekarang Rp 30.000, saya nggak jual banyak. Cuma kalau pesanan, biasanya cuma ambil 5 kilogram,” terangnya.

Tidak hanya di pasar, pedagang toko kelontong di wilayah Sleman juga menjual telur dengan harga Rp 30.000.

Pemilik warung kelontong, Parmi menyebut harga telur memang naik turun, namun masih di kisaran Rp 29.000 hingga Rp 30.000.

“Telur memang sekarang mahal, jadi biasanya saya mengemas ¼ kilogram, paling besar ½ kilogram. Jarang yang beli langsung 1 kilogram,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved