SOPHIE Hadir Lagi dengan Aransemen Baru ‘Kenangan Menyakitkan’
Lagu ‘Kenangan Menyakitkan’ yang pertama kali dirilis pada 2004 kini hadir dalam aransemen modern
Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - SOPHIE, band pop alternatif asal Yogyakarta, memilih menghidupkan kembali salah satu karya lamanya dengan sentuhan baru.
Lagu ‘Kenangan Menyakitkan’ yang pertama kali dirilis pada 2004 kini hadir dalam aransemen modern, dikemas lebih segar untuk mendekatkan diri dengan pendengar muda tanpa menghapus karakter khas band yang terbentuk sejak awal 2000-an.
"Untuk aransemen yang sekarang ini memang cukup berbeda, karena tujuan utamanya kami mencoba menyesuaikan dengan vibes dan selera anak muda zaman sekarang, tentunya tanpa mengubah karakter kami sebelumnya," ujar vokalis SOPHIE, Hendra Mahe.
Lirik ‘Kenangan Menyakitkan’ karya Dodhi Wijayanto tetap dipertahankan. Lagu ini masih berkisah tentang memori pedih yang membekas, ketika harapan akan momen indah justru berujung kekecewaan.
“Kami mengajak pendengar untuk kembali menikmati, menyelami lagi rasa berharap yang sakitnya ternyata sangat menyayat hati. Tapi pesannya adalah jadilah orang baru dengan energi baru agar bisa melanjutkan hidup," jelas Dodhi yang juga basis band ini.
Dalam penggarapan versi terbaru, SOPHIE mendapat dukungan penuh dari Polarity Records. Proses aransemen melibatkan Tomo Widayat sebagai produser musik. Mereka merekam semua materi di Kebon Tomo Studio, sementara artwork dikerjakan Wawa KZK, dan video klipnya digarap Lekas Creative. Single ini resmi dirilis pada 25 September 2025 di berbagai gerai musik digital, bersamaan dengan peluncuran video klip di kanal YouTube resmi SOPHIE.
Kembalinya SOPHIE ke industri musik bukan sekadar langkah nostalgia. Mereka menegaskan ingin lebih serius mengelola manajemen agar bisa beradaptasi dengan industri musik masa kini.
“Dengan kondisi industri musik sekarang yang sangat berbeda jauh dengan kondisi kami 20 tahun lalu, mau tidak mau kami harus menyesuaikan diri tanpa mengubah karakter dasar kami, agar karya-karya SOPHIE bisa dinikmati lebih luas lagi," ujar Ferry Kurniawan, pemain kibor.
Lebih jauh, SOPHIE menegaskan bahwa mereka tidak pernah bubar. Musik selalu menjadi bagian hidup yang tidak bisa dilepaskan.
“SOPHIE tak pernah bubar. Kami juga tak pernah bisa lepas dari musik. Itu sangat cukup menjadi syarat mutlak kenapa SOPHIE harus tetap dijaga dan tetap hidup," kata Hendra.
Meski kembali dengan nomor lama, SOPHIE tidak ingin dicap hanya sebagai band nostalgia. Mereka sudah menyiapkan materi-materi baru yang akan dirilis secara berkala hingga menuju album studio keempat. Dengan begitu, kehadiran mereka kali ini bukan sekadar kilas balik, melainkan juga tanda babak baru dalam perjalanan musik alternatif dari Jogja.(nto)
| Album Perdana SMARAI ‘Semai’ Hadirkan Lagu-lagu tentang Luka, Penerimaan, dan Optimisme |
|
|---|
| ‘Ruang Kenang’, Cara Samzee Merawat Rindu Lewat Musik |
|
|---|
| 4 Rekomendasi Lagu Hindia yang Cocok untuk Menemani Lari Pagi |
|
|---|
| 4 Lagu EDM dengan Suasana Tropis, Cocok untuk Bersantai |
|
|---|
| ‘UNIDENTIFIED’, Album yang Menandai Babak Baru Heroic |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/SOPHIE-Hadir-Lagi-dengan-Aransemen-Baru-Kenangan-Menyakitkan.jpg)