Petani di Gunungkidul Didorong Beralih Manfaat Prakiraan Cuaca Digital via HP

Langkah ini dinilai penting agar petani lebih siap menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Petani di Gunungkidul didorong untuk mulai beralih menggunakan prakiraan cuaca digital yang bisa diakses melalui telepon genggam.

Langkah ini dinilai penting agar petani lebih siap menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, saat membuka Sekolah Lapangan Iklim Tematik di Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Senin (22/9/2025).

“Dengan gawai, kita bisa tahu kapan hujan deras akan turun, bahkan hingga 30 menit sebelumnya. Informasi ini bisa membantu petani agar lebih aman dalam mengatur waktu tanam maupun panen,” tuturnya.

Ia mengatakan intensitas cuaca ekstrem di Indonesia kini semakin tinggi dengan durasi yang lebih panjang. Kondisi ini berisiko besar menimbulkan gagal panen apabila petani masih mengandalkan tanda-tanda alam tradisional.

"Masih banyak petani mengandalkan pranoto mongso atau ilmu melihat kebiasaan alam dalam menanam.Hal ini akan sulit dilakukan dengan kondisi saat ini. Sebab, Pranoto mongso sering salah mongso misalnya di musim kemarau terjadi hujan ekstrim, ini kemarin hujan ekstrim sebenarnya masih musim kemarau bali banjir seperti itu, itu bisa diprediksi seminggu sebelumnya, dan kami berikan peringatan dini kepada petani dan pemerintah daerah bersiap-siap," kata dia.

Lebih dari itu, menurutnya penting mengetahui prakiraan cuaca melalui akses digital  untuk mencegah gagal panen. Jika petani berhasil panen dengan bagus hal ini berdampak pada ketahanan pangan hingga inflasi.

"Makanya , kami sangat mendorong para petani agar beralih memanfaatkan prakiraan cuaca digital," terangnya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menyambut baik pelatihan yang diberikan kepada petani. Menurutnya, teknologi cuaca digital bisa menjadi pelengkap pengetahuan tradisional yang selama ini digunakan petani, sehingga hasil panen lebih terjaga.

Salah seorang peserta, Budi Kuncoro, mengakui banyak petani di Gunungkidul masih mengandalkan tanda-tanda alam sebelum menanam. Namun, ia menilai informasi cuaca dari BMKG bisa menjadi tambahan pegangan agar petani lebih percaya diri dalam menentukan strategi tanam.

"Disini (Gunungkidul) sebagian kecil masih mengandalkan pranoto mongso, sebagian lainnya titen, dan ada yang menunggu sudah hujan beberapa hari," pungkasnya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved